Menag: “Ibadah Kurban Meningkatkan Konsumsi Daging Halal, Memperkuat Ekonomi Umat”

0
102
Sumber: http://infopublik.id/

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Ibadah kurban memiliki dampak yang sangat besar bagi umat Islam, khususnya dari sisi peningkatan konsumsi daging halal dan penguatan ekonomi umat. Ibadah kurban saat Idul Adha merupakan ibadah yang sangat dianjurkan.

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI), Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) (Purnawirawan/ Purn.) Fachrul Razi, S.I.P., S.H., M.H., menyatakan hal itu pada Rabu (29/7) pagi.

Tepatnya saat menjadi narasumber utama (keynote speaker) dalam Pencanangan Gerakan Teladan Berkurban Nasional secara daring dari Jakarta, seperti dikutip dari laman https://ntt.kemenag.go.id/.

“Tingkat konsumsi daging di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan tingkat konsumsi daging per kapita di empat negara Association of South East Asia Nations (ASEAN) seperti Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Karena itu, ibadah kurban memiliki dampak yang sangat besar bagi umat,” ujar Menag Fachrul Razi.

Konsumsi daging masyarakat Indonesia, lanjutnya, rata-rata berkisar 2,6 kilogram per kapita, sedangkan negara lain sudah mencapai 4,5 kilogram per kapita.

“Padahal menurut hasil survei Indonesia Development and Islamic Studies, potensi ekonomi kurban di Indonesia pada 2019 mencapai Rp 28,4 triliun atau setara dengan 181 ribu ton daging, dengan jumlah masyarakat yang ikut berkurban sebanyak 3,5 juta orang,” jelas Menag Fachrul Razi.

Sementara pada tahun 2020, ungkapnya, proyeksi potensi ekonomi kurban secara nasional mengalami penurunan di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). “Diperkirakan potensi ekonomi kurban mencapai Rp 20,5 triliun, yang dihitung dari 2,3 juta orang yang ikut kurban di Indonesia,” ungkapnya.

Menag Fachrul Razi pun menggarisbawahi pentingnya pengelolaan yang terencana, terpola, amanah dan profesional terhadap potensi ibadah kurban yang relatif tinggi. Hal ini penting untuk melahirkan nilai tambah dalam ibadah kurban sehingga masyarakat dapat sejahtera.

“Potensi kurban yang relatif tinggi memerlukan pengelolaan secara terencana, terpola, amanah dan profesional agar melahirkan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Menag Fachrul Razi.

Pengelolaan potensi ibadah kurban secara profesional dan terencana, ucapnya, juga sangat membantu pemberdayaan peternak lokal, swasembada daging halal dan mengurangi impor ternak di tanah air (Indonesia).

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY