INTANI: “Konsep Korporasi Menyejahterakan Petani dan Menyederhanakan Rantai Pasok”

0
56
Sumber: DPP INTANI

NEWSCOM.ID, KABUPATEN SUKABUMI – Korporasi Petani Budi Daya Padi dapat menyederhanakan manajemen rantai pasok (supply chain) produk-produk pertanian dari produsen (petani) hingga ke tangan konsumen. Korporasi ini didirikan oleh Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI).

Seperti dikutip dari Koran Kompas edisi Senin (19/10) pada halaman 12, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi hal itu pada Ahad (18/10), saat dihubungi Koran Kompas.

“Kolaborasi antara para pelaku usaha dengan sejumlah kelompok tani di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dapat membentuk ekosistem lokal untuk menggarap pertanian setempat. Pendekatannya bisnis ke bisnis,” tutur Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., pada Ahad (18/10).

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) itu pun memaparkan manfaat dari pendekatan bisnis ke bisnis antara kelompok tani dengan pelaku usaha dalam Korporasi Petani Budi Daya Padi.

“Dengan pendekatan bisnis ke bisnis, maka petani dilatih untuk berbisnis dengan mitra perusahaan. Sebaliknya, mitra perusahaan dapat melihat pertanian sebagai sektor yang menguntungkan asal digarap dengan skala ekonomi tertentu,” ujarnya.

Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) – Universitas Indonesia (UI) ini pun menjelaskan simulasi bisnis yang telah dilakukan oleh INTANI.

“Kami memperkirakan bahwa produktivitas lahan pertanian itu sekitar 6 ton per hektar. Berdasarkan simulasi bisnis, petani berpotensi meraih pendapatan antara Rp 13,5 juta hingga Rp 15 juta per orang saat panen,” paparnya.

Menurutnya, proyek percontohan seluas 50 hektar dengan model bisnis dan lokasi yang sama telah menunjukkan keberhasilan saat musim panen lalu pada tahun 2020. “Sebelum kemitraan bisnis terjalin, produktivitas lahan berada di bawah lima ton per hektar,” imbuh Guntur Subagja.

Rencananya, ungkap Guntur, lahan pertanian seluas 1.000 hektar di Desa Ujung Genteng dan desa-desa lainnya di Kecamaan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini akan digarap oleh 15 kelompok tani.

“Masing-masing kelompok tani beranggtakan sekitar 200 orang. Mereka didampingi oleh anggota (santri) pesantren setempat dan sekitar 20 orang diantaranya telah memperoleh pendidikan vokasi dalam bidang pertanian dan agrobisnis,” ungkapnya.

Dalam Korporasi Petani Budi Daya Padi ini, INTANI menjalin kerja sama dan kemitraan strategis dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) PT. BRIngin Sejahtera Makmur (BRISMA), TaniFund, Pesantren Pemberdayaan Al-Muhtadiin, PT. Mitra BUMDes Nusantara, PT. Pupuk Indonesia Pangan (Persero), dan PT. Pupuk Kujang.

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY