Pemerintah Fokus Menjaga Keseimbangan Penanganan Kesehatan dengan Pemulihan EKonomi

0
63
Foto: Kris, Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden RI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia (RI) akan tetap fokus dalam mengatur dan menjaga titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dengan pemulihan ekonomi di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) ini.

Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, menekankan hal itu kepada jajaran  Kabinet Kerja pada Senin (2/11). Tepatnya saat memberikan Pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta.

Dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Senin (2/11), Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden RI mengonfirmasi hal ini.

“Kita harus tetap fokus untuk mengatur, menjaga titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Ini yang saya kira sudah berpuluh kali saya sampaikan tapi perlu saya tekankan,” tegas Presiden Joko Widodo pada Senin (2/11).

Kepala Negara RI juga menjelaskan tentang sejumlah indikator dalam penanganan pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Indonesia.

“Berdasarkan laporan terakhir yang saya terima per 1 November 2020, kasus aktif COVID-19 di Indonesia lebih baik dan lebih rendah dari perkembangan rata-rata dunia,” ujarnya.

Indonesia, lanjut Presiden Joko Widodo, memiliki kasus aktif COVID-19 sebesar 13,78 persen, sedangkan rata-rata dunia kasus aktifnya mencapai 25,22 persen.

“Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen, rata-rata dunia kasus aktifnya 25,22 persen. Ini yang terus harus ditekan sehingga angka yang 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi,” jelasnya.

Presiden Joko Widodo juga menunjukkan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia yang berada di angka 82,84 persen. Jumlah ini ada di atas rata-rata angka kesembuhan dunia yang berada di angka 72 persen.¬†“Jadi angka kesembuhan kita juga lebih baik. Ini agar juga diperbaiki lagi,” imbuhnya.

Namun Presiden Joko Widodo menyadari bahwa angka kematian atau kasus meninggal dunia di Indonesia akibat pandemi COVID-19 masih lebih tinggi daripada angka rata-rata kematian di dunia.

“Saya minta para menteri dan jajaran pemerintah untuk betul-betul memperhatikan hal itu (angka kematian). Itu kita masih di angka 3,38 persen. Rata-rata dunia berada di angka 2,5 persen. Ini yang patut untuk menjadi perhatian kita semuanya,” harapnya.

Kepala Negara RI pun meminta jajaran pemerintah untuk berhati-hati dan tetap waspada dengan munculnya gelombang kedua pandemi COVID-19. Saat ini di negara-negara Eropa, telah muncul gelombang kedua pandemi COVID-19 yang naiknya sangat drastis.

“Jangan sampai kita teledor dan kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita,” tutur Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo pun mencontohkan kasus angka kematian yang melonjak drastis akibat gelombang kedua pandemi COVID-19 di sejumlah negara Eropa

“Saya juga lihat angka-angka (kematian di) beberapa negara seperti Prancis, Italia, Inggris, Jerman, dan Spanyol ada kenaikan yang sangat drastis. Ini agar menjadi perhatian kita semua dan kehati-hatian kita semuanya,” tutur Presiden Joko Widodo.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY