Guntur Subagja: “Bangun Ekonomi Indonesia dari Desa dan Pesantren”

0
359
Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Guntur SUbagja Mahardika, S.Sos., M.Si., bersama Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Cendekia Amanah, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., yang juga Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, pada Senin (14/12) malam di Ponpes Cendekia Amamah, Depok, Jawa Barat. Sumber: Muhammad Ibrahim Hamdani.

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Sudah waktunya Pembangunan Ekonomi Indonesia dibangun dari desa dan komunitas. Proses ini dapat memberdayakan lingkungan di sekitar desa. Artinya, kita harus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan kearifan lokal yang berbasis desa dan komunitas.

Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., menyatakan hal itu pada Kamis (10/12) pagi secara daring (virtual).

Tepatnya dalamDiskusi Kelompok Terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) Refleksi Akhir Tahun Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) RI Bidang Ekonomi dan Keuangan.

“Kita harus berikhtiar untuk memberdayakan lingkungan di sekitar dengan mengoptimal-kan potensi dan kearifan lokal. Salah satunya dengan mengoptimalkan pesantren sebagai hub (pusat koordinasi) ekonomi kerakyatan,” tutur Guntur Subagja.

Tujuannya, lanjut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) itu, ialah untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

“Saatnya membangun ekonomi Indonesia dari desa dan komunitas, khususnya komunitas pesantren. Dengan jumlah 29 ribu pesantren dan 18 juta santri yang tersebar di seluruh nusantara, pesantren berpotensi besar untuk menggerakkan perekonomian rakyat,” ungkap Guntur Subagja.

Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) itu pun yakin ekonomi Indonesia akan bangkit kembali pasca pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) ini.

Insya Allah perekonomian Indonesia akan bangkit kembali pasca pandemi COVID-19 ini. Pesantren berpotensi besar untuk membangkitkan kembali ekonomi Indonesia,” ungkap Guntur Subagja.

Acara ini mengangkat tema Refleksi dan Proyeksi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren serta menghadirkan sejumlah narasumber. Antara lain Stafsus Wapres RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ir. H. Lukmanul Hakim, M.Si., Ph.D., selaku narasumber utama (Keynote Speaker).

Narasumber lainnya dalam acara ini ialah Asisten Stafsus Wapres RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dhika Yudistira, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, dan Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Muhammad Anwar Bashori, M.Phil.

Turut hadir dan menjadi narasumber ialah Kepala Badan Ketahanan Pangan – Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng., Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol.) Drs. H. Budi Waseso, S.H., M.H., dan Dirut Bank Mandiri Syariah, Hery Gunardi.

Satu narasumber lainnya ialah Dirut PT. Energy Management Indonesia (Persero), Dr. Ir. Andreas Widodo, M.Sc. DKT Refleksi Akhir Tahun ini diselengarakan selama dua jam, Pukul 09.30 – 11.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), secara virtual dengan aplikasi zoom.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY