Jika Pesantren Hebat, Indonesia Pun Semakin Hebat

0
210
Sumber: Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, KOTA SERANG – Jika pesantren hebat, maka Indonesia akan semakin hebat. Penyebabnya, terdapat lebih dari 31.000 pesantren yang ada di seluruh Indonesia dengan berbagai karateristiknya. Bahkan 2.000 diantaranya adalah pesantren-pesantren besar.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menyatakan hal itu pada Jumat (18/12) pagi, saat memberikan kata sambutan dalam Kunjungan ke Masjid Agung Banten dan Kraton Surosowan di Situs Kesultanan Banten.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, Masjid Agung Banten dan Kraton Surosowan ini terletak di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten.

Alhamdulillahi Rabbil A’lamin, Peraturan Presiden (Perpres) RI Tentang Pendanaan Pesantren sudah terbit. Perpres ini merupakan peraturan turunan dari Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren,” tutur Dr. Wayono pada Jumat (18/12).

Apalagi saat ini, lanjutnya, terdapat sedikitnya 31.000 pesantren di seluruh Indonesia. Bahkan 2.000 pesantren diantaranya merupakan pesantren besar. “Indonesia akan semakin hebat jika pesantren juga hebat,” ucap Dr. Waryono.

Menurutnya, Indonesia tidak akan kekurangan ulama jika sistem pendidikan di Ma’had Aly dapat berlangsung dengan baik. “Karena itu, Peraturan Menteri Agama RI Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Ma’had Aly harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” tutur Dr. Waryono.

“Kalau sistem pendidikan di Ma’had Aly bagus, insya Allah kita (Indonesia) tidak akan kekuaran stok ulama. Ma’had Aly merupakan kelanjutan dari Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) yang dapat diselengarakan oleh pesantren,” jelas Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.

Dalam kunjungan ini, turut hadir dan menjadi narasumber Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., serta Presiden Indonesia–Saudi Arabia Business Council (ISABC), Muhammad Hasan Gaido.

Para tamu undangan disambut langsung oleh Ketua Presidium Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, Drs. KH. Sulaiman Effendi, M.Pd., dan tokoh keluarga (zuriah) Kesultanan Banten, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, M.B.A. Keduanya pun memberikan kata sambutan dalam acara ini.

Turut hadir perwakilan dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), Gaido Group, serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam acara ini.

Dalam acara yang bertujuan untuk mempromosikan sejarah, budaya, tradisi dan wisata halal di Kawasan Kesultanan Banten ini, para undangan menikmati kudapan seperti kue dari ketan, kacang goreng dan kopi hangat.

Lalu para undangan bersama-sama menunaikan ibadah Sholat Jumat berjama’ah di Masjid Agung Banten, ziarah ke makam keluarga pendiri Kesultanan Banten dan melihat dari dekat puing-puing bangunan Kraton Surosowan yang masih tersisa.

Secara khusus, para undangan juga berziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin atau dikenal dengan sebutan Pangeran Sabakingkin di samping Masjid Agung Banten. Beliau ialah pendiri Kesultanan Banten, putra dari Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY