Pembangunan Pertanian Nasional, ‘Food Estate’, dan Pandemi COVID-19

0
93
Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden RI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Sektor pertanian menempati posisi sentral dalam pembangunan  nasional di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Apalagi jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 270 juta jiwa sehingga pengelolaan pertanian dapat dijalankan dengan baik dan serius.

Presiden Republik Indonesia (RI), Ir, H. Joko Widodo, menyatakan hal itu pada Senin (11/1), saat membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta.

“Di masa pandemi COVID-19 saat ini, sektor pertanian menempati posisi sentral. Apalagi dengan penduduk Indonesia yang sejumlah lebih dari 270 juta jiwa. Kondisi ini mengharuskan pengelolaan pertanian dijalankan dengan baik dan serius,” tutur Presiden Joko Widodo pada Senin (11/1).

Menurut Kepala Negara RI itu, pembangunan pertanian nasional harus segera dilakukan secara detail, khususnya terkait komoditas yang masih diimpor.

“Urusan bawang putih, gula, jagung, kedelai, dan komoditas lain yang masih impor, tolong ini menjadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan,” tutur Presiden Joko Widodo pada Senin (11/1).

Saat ini, lanjutnya, pembangunan pertanian nasional tidak lagi bisa hanya dilakukan dengan mengunakan cara-cara konvensional yang telah dilakukan bertahun-tahun.

“Apa yang dibutuhkan oleh negara kita saat ini ialah membangun sebuah kawasan pertanian berskala ekonomi besar, termasuk salah satunya lumbung pangan baru,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo pun menargetkan program Food Estate di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) dapat selesai tahun 2021 ini.

“Oleh sebab itu, kenapa saya dorong Food Estate (Lumbung Pangan Nasional) ini harus diselesaikan. Paling tidak tahun ini yang di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah harus selesai,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo pun berjanji untuk mengevaluasi seluruh proses pembangunan pertanian secara nasional. “Kita mau evaluasi masalahnya apa, teknologinya yang kurang apa, karena ini akan menjadi contoh,” imbuhnya.

Dalam acara ini, turut hadir Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Dr. (H.C.) Ir. H. Airlangga Hartanto, M.B.A., M.M.T., dan Menko Bidang Kemaritiman dan investasi (Marvest) RI, Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kehormatan (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A.

Hadir pula Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H.,  Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, S.E., M.Sc., Ph.D., dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, B.A., M.B.A., serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahli Lahadahlia, S.E.

Hadir juga Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., dalam Rakernas ini.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY