Presiden Joko Widodo: “Masalah Utama Petani Lokal, Harga Komoditas Pertanian Tidak Kompetitif”

0
175
Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden RI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Selama ini, permasalahan utama yang sedang dihadapi para petani lokal ialah harga komoditas pertanian yang tidak kompetitif. Biaya pokok produksi pertanian menjadi tinggi karena jumlah produksi yang sedikit. Dampaknya, komoditas pertanian lokal kalah bersaing dengan komoditas impor.

Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, menyatakan hal itu pada Senin (11/1), saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta.

Dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Senin (11/1), Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden RI mengonfirmasi hal ini.

“Permasalahan utama yang dihadapi para petani lokal selama ini ialah tidak kompetitifnya harga komoditas pertanian yang mereka hasilkan. Biaya pokok produksi pertanian pun menjadi tinggi karena jumlah produksinya sedikit,” tutur Presiden Joko Widodo.

Dampaknya, lanjut Kepala Negara RI itu, komoditas pertanian lokal kalah bersaing dengan komoditas impor. Solusinya, perlu ada peningkatan skala ekonomi pertanian sehingga jumlah produksi meningkat.

“Harapannya, para petani yang nanti terhimpun dalam kelompok tani besar dapat memiliki nilai tukar petani yang lebih besar seiring meningkatnya jumlah produksi pertanian,” ujar Presiden Joko Widodo.

Menurutnya petani lokal akan sulit bersaing kalau harga produk-produk pertanian tidak kompetitif. Karena itu, kita harus membangun lahan yang sangat luas untuk pertanian.

“Kalau harga tidak kompetitif, ya akan sulit kita bersaing sehingga sekali lagi ini harus dibangun dalam sebuah lahan yang sangat luas,” tutur Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo pun menggarisbawahi dua langkah utama dalam pembangunan pertanian nasional yang harus segera ditempuh. “Pertama ialah peningkatan skala ekonomi pertanian. Kedua yakni penerapan teknologi pertanian secara tepat,” ujarnya.

Dengan cara itu, jelasnya, maka biaya produksi dapat menjadi lebih murah sehingga menimbulkan harga yang kompetitif dari produksi komoditas pertanian nasional.

“Skala luas dan teknologi pertanian dipakai betul. Itulah cara-cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju sehingga harga pokok produksinya nanti bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dari negara-negara lain,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Dalam acara ini, turut hadir Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Dr. (H.C.) Ir. H. Airlangga Hartanto, M.B.A., M.M.T., dan Menko Bidang Kemaritiman dan investasi (Marvest) RI, Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kehormatan (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A.

Hadir pula Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H.,  Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, S.E., M.Sc., Ph.D., dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, B.A., M.B.A., serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahli Lahadahlia, S.E.

Hadir juga Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., dalam Rakernas ini.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY