Webinar Kajian Islam dan Psikologi Ke-36: “Membangun Ekonomi Umat”

0
331
Sumber: https://youtu.be/NS2EXdknA2E

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Pengajian Keluarga Besar Kajian Islam dan Psikologi telah menyelenggarakan Ngaji Online: Kajian Islam dan Psikologi Ke-36 pada Jumat (8/1) sore, Pukul 15.30 – 17.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui aplikasi Zoom, dengan tema Membangun Ekonomi Umat.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, pengajian daring ini disiarkan secara langsung (live streaming) oleh akun Youtube “Ngaji Online Kajian Islam dan Psikologi” di laman https://youtu.be/NS2EXdknA2E, serta oleh akun Instagram Kajian Islam dan Psikologi Universitas Indonesia (UI) di laman https://www.instagram.com/kip.ui/.

Video berdurasi 2 jam 5 menit 45 detik ini juga disaksikan oleh empat warganet dan disukai seorang netizen hingga berita ditayangkan.

Pengajian daring ini menghadirkan seorang narasumber, yakni Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Eknomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI).

Acara ini dipimpin oleh Guru Besar Psikologi UI, Prof. Dr. Hj. Lydia Freyani Hawadi, M.M., selaku moderator. Ia juga mengemban amanat selaku Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Psikologi UI 2020 – 2025.

Acara ini dipandu oleh alumnus Pascasarjana Program Studi (PPS) Kajian Islam dan Psikologi (KIP) – Kajian Timur Tengah dan Islam (KTTI) UI, Dewi Savitri, M.Si., C.M.H.A., selaku pembawa acara (master of ceremony / mc).

Pengajian daring ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an, yakni Surat Yaasin, oleh Ustaz Arifurrahman, M.Si., secara daring dari Jawa Timur (Jatim). Acara ini juga didukung oleh Ikatan Alumni (ILUNI) Pascasarjana Studi (PS) KTTI UI dan Manaree Bread¬†& Cake.

Dalam Pengajian Daring ini, Guntur Subagja membahas tentang kondisi riil ekonomi umat saat ini di Indonesia. Khususnya tentang tantangan dan peluang Indonesia sebagai produsen produk-produk halal di tingkat global.

“Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia hanya menjadi negara konsumen produk-produk pangan halal kedua terbesar di dunia setelah Arab Saudi. Sedangkan Brazil justru menjadi negara produsen produk-produk pangan halal terbesar di dunia,” tutur Guntur Subagja pada Jumat (8/1) sore.

Data-data ini, lanjutnya, dipublikasikan oleh DinarStandard Synthesis and Analysis¬†pada 2017. Bahkan lima negara produsen produk pangan halal terbesar di dunia didominasi oleh negara-negara non-Muslim. “Kelima negara tersebut, secara berturut-turut, ialah Brazil, Amerika Serikat, India, Federasi Rusia, dan Argentina,” ujar Guntur.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY