INTANI-TaniFund-TaniHub-Ponpes Al-Muhtadin-Korporasi Petani Ciracap Menyelenggarakan Panen Raya 1.000 Hektar

0
123
Sumber: INTANI

NEWSCOM.ID, KABUPATEN SUKABUMI – Alhamdulillahi Rabbil A’lamin, Korporasi Petani Budi Daya Padi di Desa Ujung Genteng dan Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), telah melakukan Panen Raya Korporasi Petani pada Ahad (7/3) pagi.

Korporasi Petani Budi Daya Padi digagas dan dilahirkan oleh Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), TaniFund atau PT. Tani Fund Madani Indonesia, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) BRISMA, dan TaniHub atau PT. Tani Hub Indonesia, Pesantren Pemberdayaan al-Muhtadin, serta mitra-mitra strategis lainnya.

INTANI mengonfirmasi hal ini dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Ahad (7/3). Panen Raya Korporasi Petani ini mengangkat tema: Kolaborasi Membangun Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan.

Turut hadir dan memberikan kata sambutan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., dalam acara ini. Beliau juga mengemban amanat selaku Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidnag Ekonomi dan Keuangan.

Selain itu, Korporasi Petani Budi Daya Padi ini juga melibatkan sejumlah mitra strategis, sebagai bagian dari ekosistem Korporasi Petani dari sektor hulu hingga sektor hilir. Mitra-mitra strategis itu ialah PT. Mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nusantara, PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP), dan Global Mahardika.

Mitra-mitra strategis lainnya ialah Badan Usaha Milik Pesantren (BUMTren) BRISMART, Yesindo Erabaru Sinergi (YES) Indonesia Foundation, dan Center for Strategic Policy Studies (CSPS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

Menurut Ketua Umum DPP INTANI, Guntur Subagja Mahardika, total luas lahan yang ditanami padi di kawasan Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ini berjumlah 1.000 hektar.

“Korporasi Petani Budi Daya Padi ini dibangun secara terintegrasi, dari hulu hingga hilir. Intani menggandeng TaniFund untuk pembiayaan petani, PT. PIP untuk benih unggul dan pupuk, PT. MBN untuk Off-Taker, sedangkan Gapoktan dan Pesantren Pemberdayaan al-Muhtadin berfungsi sebagai hub ekosistem di lapangan,” tutur Guntur Subagja.

Intani, lanjutnya, mendukung konsep korporasi petani yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, untuk mensejahterakan petani.

“Kami membangun ekosistem korporasi petani mulai dari input produksi, budidaya (on-farming), pasca panen (off-farming) dan pasarnya,” papar Guntur Subagja yang juga Asisten Stafsus Wapres RI Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Dala acara ini, turut hadir dan memberikan kata sambutan Presiden dan Co-Founder TaniHub Group, Pamitra Wineka, Direktur TaniFund, Edison Tobing, Direktur Utama (Dirut) PT. PIP, Budiono, dan Direktur Operasional PT. Mitra BUMDes Nusantara (MBN), Muhammad Dradjad Asmara.

Turut hadir Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis PT. MBN, Wiyoto, Pengasuh Pondok Pesantren Pemberdayaan Al-Muhtadin, KH. Syamsuri, dan Ketua III DPP INTANI Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Program, Ir. H. Sigit Iko Sugondo, yang juga Ketua YES Indonesia Foundation, serta Pendiri Gapoktan BRISMA, Ustadz Anggriansyah.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY