DKPP Jabar: “Dari 30.000.000, Kebutuhan Telur Puyuh Jabar Terpenuhi 3.000.000 Butir”

0
123
Sumber: https://youtu.be/zluJs1_YVYs / Antara TV Indonesia

NEWSCOM.ID, SUMEDANG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ir. H. Ja’far Ismail, M.M., menyatakan bahwa kebutuhan warga Jabar terhadap telur burung puyuh mencapai 13 juta butir.

“Namun saat ini, kebutuhannya baru terpenuhi 3 juta butir. Jadi masih banyak peluang,” tuturnya pada Kamis (22/7) di Rumah Edukasi Biomethagreen, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jabar seperti dikutip dari laman https://republika.co.id/.

Tepatnya dalam Peluncuran Program Petani Milenial Burung Puyuh (PMBP) secara hibrida, yakni daring dan luring.

“Dari hasil seleksi, sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos. Kemudian dipilih lima orang untuk mengikutip pelatihan tahap awal dalam Program PMBP ini. Kelima peserta itu pun sudah mendapatkan pembekalan secara luring pada Senin (3/5). Selanjutnya, masing-maisng peserta akan memelihara 2.000 ekor burung puyuh,” ujar Ir. H. Ja’far Ismail, M.M.

Pembekalan tersebut, lanjutnya, terkait dengan pengenalan program PMBP, prospek usaha sub sektor peternakan dan analisa kelayakan usaha, teknologi budi daya bidnag peternakan untuk milenial, teknil pengolahan dan pemasaran produk burung puyuh, serta pemberian modal kerja perbankan.

“Tujuannya untuk memastikan (agar) budi daya dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan tingkat keberhasilannya tinggi. Selain itu, perlu dilakukan pendampingan secara teknis terkait budidaya burung puyuh oleh DKPP Jabar, bekerja sama dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan kabupaten/ kota,” jelas Ir. H. Ja’far Ismail, M.M.

Tekait pendapatan, ungkapnya, setiap dua ribu ekor burung puyuh memiliki target pendapatan Rp 4 juta. “Ini sesuai dengan target minimal Upah Minimal Regional (UMR) di Kota Bandung,” imbuh Kepala DKPP Jabar itu.

Menurutnya, model bisnis yang diterapkan dalam PMBP telah disusun secara komprehensif. DKPP Provinsi Jabar pun menggandeng PT Agro Jabar sebagai offtaker sekaligus investor.

“Sedangkan penyediaan kebutuhan budi daya, mulai dari bibit, pakan, sampai obat-obatan, akan menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Jabar Banten (BJB) dengan penjamin PT Agro Jabar,” paparnya

Saat ini, ucapnya, terdapat dua kategori PMBP. Pertama, ialah PMBP Intensif yang membudidayakan burung puyuh di Rumah Edukasi Bhiomethagreen dengan pengawasan PT Agro Jabar dan Bank BJB.

“Kategori kedua ialah PMBP Mandiri. Untuk kategori tersebut, budi daya burung puyuh bertempat di lokasi masing-masing petani milenial yang mempunyai lahan sendiri,” kata Ir. H. Ja’far Ismail, M.M.

Kepala DKPP Jabar itu pun menceritakan proses seleksi bagi peserta PMBP yang berlangsung seacara ketat dan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Bank Indonesia (BI).

“Jumlah peserta pendaftar Kegiatan PMBP awalnya berjumlah 33 orang, setelah melalui proses seleksi yang berjenjang, mulai administrasi, kurasi, wawancara, BI checking (seleksi BI), sampai ke seleksi akhir, hanya tinggal 30 orang peserta,” ujarnya.

Selain itu, turut memberikan kata sambutan dan hadir secara daring Gubernur Jabar, Dr. (H.C.) H. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., dalam acara ini. Ia juga meluncurkan sexara resmi Program Kegiatan PMBP.

Sumber: https://republika.co.id/

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY