Wabup: “Udang Vaname Berpotensi Menjadi Industri Besar di Cilacap”

0
101
Sumber: ARBI / Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, CILACAP – Wakil Bupati (Wabup) Cilacap, H. Syamsul Aulia Rachman, S.S.T.P., M.Si., menyatakan bahwa terdapat empat potensi industri besar di kabupaten Cilacap, salah satunya ialah di sektor pertanian dan perikanan (kebutuhan pangan), yakni budi daya udang vaname.

“Kabupaten Cilacap memiliki empat potensi industri besar, salah satunya (industri) pangan  pertanian dan perikanan udang vaname. Kami optimis udang vaname bisa berkembang guna menghadirkan kemandirian ekonomi,” tutur Wabup Cilacap. H. Syamsul Aulia Rachman, M.Si., pada Jumat (17/9), seperti dikutip dari laman https://investor.id/.

Wabup Cilacap menyatakan hal itu pada Jumat (17/9), saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk: Penguatan Ekonomi Kerakyatan Di Tengah Pandemi Coronavirus Desease 2019 : Budi Daya Tambak Udang Vaname.

Kabupaten Cilacap, lanjutnya, memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. “Apalagi Cilacap memiliki wilayah pesisir dengan garis pantai lebih dari 170 km,” inbuhnya.

Menurutnya, udang vaname sangat berpotensi menjadi salah satu penunjang pengembangan ekonomi kerakyatan di Cilacap.

Selain itu, budi daya udang vaname juga mendapat dukungan penuh dari PT. Kilang Pertamina Internasional (KPI) (Persero) Unit Cilacap. Tepatnya dukungan dalam bentuk bantuan pembangunan tambak udang vaname seluas 1 hektare.

Informasi ini diungkapkan oleh Pejabat Sementara (Pjs.) Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) PT. KPI (Persero) Unit Cilacap, Edward Manaor Siahaan.

Tepatnya saat menjadi narasumber dalam seminar yang berlangsung di Balai Desa Babakan, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

“Kami mendukung budi daya udang vaname dalam bentuk bantuan pembuatan tambak udang vaname seluas 1 hektare. Usaha ini mampu menyerap setidaknya 40 orang petambak,” ujarnya.

Sedangkan bantuan dalam bentuk swakelola, lanjutnya, telah disalurkan oleh PT KPI (Persero) Unit Cilacap sejak Juni 2021. “Bantuan ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Harapannya, bantuan ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat,” papar Edward Manaor Siahaan.

“PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk menjalankan fungsinya melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) di seluruh wilayah operasi di Indonesia,” ungkap Edward Manaor Siahaan.

Seminar ini diselenggarakan oleh Arus Baru Indonesia (ARBI) bekerja sama dengan PT. KPI (Persero) Unit Cilacap, dan Koperasi Produsen Sakyeg Saeko Proyo. Acara ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, Perusahaan Umum (Perum) Perhutani, dan lembaga lainnya.

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY