Santri Gus Iwan, 60 Tuan Guru dan Ekonomi Syariah

0
537
Sumber: Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si.

NEWSCOM.ID, LOMBOK TENGAH – Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., telah bersilaturahmi dan bertatap muka dengan sekitar 60 pimpinan pondok pesantren atau Tuan Guru Haji (TGH) di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (21/11).

Pertemuan berlangsung di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhibbin Nahdlatul Wathan (NW) Mispalah, Kampung Mispalah, Lingkungan Merang, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Kegiatan Dialog Kebangsaan Ekonomi Syariah Berbasis Komunitas ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Agil Al Idrus, M.Si., Sekretaris Dewan Pakar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPP, Dr. Nyoman Astawa, M.Si., M.Phil., serta Asisten Stafsus Wapres RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, M.Si.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jalan Raya TGH Lopan itu, turut hadir jajaran DPD GPP Provinsi NTB dan Komunitas Kelompok Peternak Sapi NTB. Acara ini berlangsung sejak Pukul 08.00 – 14.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Adapun moderator dalam acara ini ialah Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. (Candidate.) Ihsan Hamid, M.A.Pol. Sedangkan yang menjadi Ketua Panitia ialah Dr. H. Ahmad Turmuzi, S.S., M.Pd., dengan Sekretaris Panitia, Zubaer, S.Pd., M.Sn., dan Bendahara Panitia, H. Muhammad Farid Wajdi, S.Kom.

Turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini ialah Ketua DPD GPP NTB, Dr. (H.C.) Sunardi Ayub, S.H., M.H., dan Ketua Yayasan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah, Tuan Guru (TG). Drs. H. Muhammad Natsir Abdillah, M.A.

Hadir pula dua tokoh agama pengasuh Yayasan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah, yakni TGH. Muhammad Shobri Azhari, Qh, dan TGH. Habib Ziadi Thahir, LQ, S.Pd.I., M.Pd., serta tokoh-tokoh agama setempat, antara lain TGH. Muhammad Adam M.Pd., TGH. dan TGH. Muhammad Thahir Azhari, QH.

Dalam paparannya, Asisten Stafsus Wapres RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja, memaparkan tentang istilah Santri Gus Iwan yang dipopulerkan oleh Wapres RI, Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin.

“Santri sekarang harus jadi ‘Gus Iwan’, yakni santri yang bagus, pintar ngaji dan juga usahawan. Wapres KH. Ma’ruf Amin sedang berikhtiar mewujudkan cita-cita ini. Alhamdulillah, telah terbentuk komunitas peternak sapi di Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah,” jelas Guntur Subagja pada Sabtu (21/11).

Lebih lanjut, Guntur Subagja meyatakan bahwa Pesantren adalah lembaga pendidikan
rakyat yang dipimpin oleh seorang Kyai kharismatik, atau di NTB disebut Tuan Guru, yang bertindak sebagai guru, teladan, dan pemimpin masyarakat lokal (local leader).

“Para Kyai atau Tuan Guru terbukti dapat menggerakan masyarakat setempat dalam pembangunan pertanian. Saat ini, tercatat ada 28.194 pesantren yang tersebar luas di seluruh nusantara, umumnya di pedesaan, dengan jumlah santri lebih dari 18 juta orang,” tutur Guntur Subagja Mahardika.

Secara umum, pesantren hidup secara mandiri dan dibangun dengan swadaya masyarakat. Bahkan sebagian pesantren sudah memberikan layanan terintegrasi kepada warga setempat. “Layanan terintegrasi itu meliputi lembaga pendidikan, layanan sosial, dan
pengembangan ekonomi,” ujarnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY