Antara Ponpes Raudhatul Irfan, Ekonomi Umat, dan UU Pesantren

0
305
Sumber: Guntur Subagja

NEWSCOM.ID, CIAMIS – Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., telah bersilaturahmi secara langsung, tatap muka, dengan para santri, pengajar dan pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Irfan pada Sabtu (5/12) malam.

Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Irfan ini terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 257, RT 003, RW 002, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Secara khusus, Guntur Subagja bertemu dan bertatap muka dengan pengasuh Ponpes Raudhatul Irfan, Dr. (Cand.) H. Irfan Soleh, S.Th.I., M.B.A.

“Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, dan Wapres RI, Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, sangat memperhatikan perkembangan santri dan pondok pesantren di tanah air,” tutur Guntur Subagja.

Apalagi Ponpes Raudhatul Irfan, lanjutnya, memiliki sejumlah kelebihan, antara lain fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) santri yang menguasai ilmu agama, bahasa Inggris dan entrepreneurship (kewirausahaan).

“Presiden Joko Widodo juga menetapkan Hari Santri Nasional (HSN) sejak tahun 2015, tepatnya diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Bahkan pada 2019, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga mengesahkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren,” jelas Guntur Subagja.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) itu pun menjabarkan tiga fungsi utama pesantren sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2019 Tentnag Pesantren.

“Dalam UU Nomor 18 Tahun 2019, tertulis bahwa pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, serta lembaga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Tiga fungsi pesantren ini, ungkapnya, sejalan dengan agenda Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin yang sedang gencar membangun ekonomi umat, ekonomi syariah, serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk ekonomi berbasis pesantren.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY