PRIMA DMI-UHRP-Go Hijrah-Pamasta Bahas “Krisis Kemanusiaan Uyghur: Mitos / Fakta?”

0
260
Sumber: Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI) bekerja sama dengan Komunitas Go HijrahYayasan Pamong Asthabrata dan Uyghur Human Rights Project (UHRP) telah menyelenggarakan Seminar Daring (Webinar) tentang Krisis Kemanusiaan di Uyghur pada Sabtu (9/1) malam.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, Webinar Internasional Uyghur Human Crisis ini mengangkat tema: Krisis Uyghur: Antara Mitos dan Fakta, Antara Isu Agama Ataukah Aneksasi?

Webinar ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PRIMA DMI, Ahmad Arafat Aminullah, S.T. Ia memberikan kata sambutan (opening speech) sekaligus menyatakan sikap dan pandangan PRIMA DMI terhadap Krisis Kemanusiaan di Uyghur.

Seminar daring ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Pemimpin Redaksi Harian Republika, Irfan Junaidi, serta Ketua Dewan UHRP, Nury A. Turkel, M.A., Ph.D., yang juga pengacara untuk warga Aemrika Serikat (AS) keturunan Uyghur.

Narasumber lainnya dalam Webinar ini ialah Pendiri dan Penggagas Drone Emprit, Ismail Fahmi, Ph.D., yang juga Pengamat dan Analis Sosial Media, serta seorang aktivis dan Insinyur dalam bidang perangkat lunak (software engineer) asal Uyghur, Shayida Ali. Ia adalah putri dari seorang pengusaha asal Uyghur, Elijan Mamut.

Namun keberadaan Elijan Mamut tidak pernah ditemukan sejak kontak terakhir dengan keluarganya pada Mei 2017. Ia diduga kuat menjadi korban dari Kamp Konsentrasi China atau Tenaga Kerja Paksa dari Pemerintah Republik Rakyat China (RRC).

Satu narasumber lainnya yang berhalangan hadir dan tidak mengirimkan perwakilan resmi dalam webinar ini ialah Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RRC untuk RI, His Excellency (H.E.) Mr. Xiao Qian.

Adapun moderator atau pemandu Seminar Daring ini ialah pengurus PP PRIMA DMI, Sara Engar Listyani, S.E., sedangkan pembawa acara (host) yakni aktivis dari Yayasan Pamomg Asthabrata (Pamasta), Eka Maylinda.

Acara ini berlangsung selama sekitar 150 menit atau dua setengah jam, dari Pukul 20.00 – 22.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui aplikasi Zoom dan diikuti oleh skitar 140 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk narasumber dan peserta dari luar negeri seperti Amerika Serikat (AS) dan RRC.

Setiap peserta yang mengukuti acara ini, lalu mendaftar melalui laman yang diberikan panitia, maka akan mendapatkan sertifikan elektronik (e-certificate). Lalu kegiatan doa bersama dalam acara ini dipimpin oleh aktivis Muslim asal Medan, Ustadz Ahmad Syauqi, Lc. M.Irkh., yang juga pengurus PP PRIMA DMI.

Selain itu, narahubung dalam seminar daring ini ialah Ketua Departemen Seni dan Budaya PP PRIMA DMI, Hotmartua Simanjuntak.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY