BI dan Produk Kerajinan Tangan UMKM Banten Kelas Dunia

0
308
Sumber: https://www.facebook.com/gunturri/

NEWSCOM.ID, KOTA SERANG -Produk-produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari Banten, khususnya kerajinan tangan (handicraft), telah mendunia dan diminati warga negara asing. Beberapa contoh produk (display) itu juga dipamerkan di Galeri UMKM Bank Indonesia (BI) Banten.

Seperti dilansir dari laman https://www.facebook.com/gunturri, Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) BIdnag Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., menyatakan hal itu pada Rabu (20/1) siang.

Tepatnya saat bertemu, bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, R. Erwin Soeriadimadja, M.S., di Gedung Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Jalan Raya Pandeglang Kilometer 7, Palima, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.

“UMKM di Banten terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat dan penyerap tenaga kerja di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). UMKM juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat di tengah resesi ekonomi dunia yang kini terjadi,” tutur Guntur Subagja Mahardika pada Rabu (20/1) siang.

Produk-produk UMKM dalam bentuk kerajinan tangan, lanjutnya, merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang tetap dapat bertahan hidup di tengah pandemi COVID-19.

“Bahkan beberapa produk UMKM telah mendunia dan disukai warga negara asing,” ujar Guntur Subagja yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) itu.

Adapun aneka kerajinan tangan tersebut ada yang terbuat dari rotan, bambu, dan kain serta tanah liat dalam aneka bentuk seperti tas, teko, mangkuk, gerabah, dan kain tenun serta alat musik ukulele.

Setelah pertemuan usai, Guntur Subagja pun menerima cinderamata dan hasil kerajinan dari Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, lalu berfoto bersama. Turut hadir dalam sesi akhir ini Pengasuh dan Pemimpin Ponpes Al-Kirom, Kiai Salman Al-Jabali.

Selain itu, sejumlah permasalahan nasional dan global seperti pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19), ketahanan pangan, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta penguatan ekonomi lokal dan regional juga dibahas dalam pertemuan ini.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY