Pertemuan INTANI-HPDKI-Pemprov Jabar Bahas Peternakan ‘Doka’ dan Ketahanan Pangan

0
179
Sumber: Helma Agustiawan

NEWSCOM.ID, KOTA BANDUNG – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., bersama jajaran DPP INTANI telah bersilaturahmi dan berdiskusi dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (29/1) pagi.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, pertemuan ini berlangsung di Rumah Makan Bilbao Brasserie, Jalan Cimanuk Nomor 12, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jabar.

Dalam acara ini, turut hadir dan berdiskusi serta bersilaturahmi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Jabar, Ir. H. Ja’far Ismail, M.M., dan Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Pemprov. Jabar, R. Firman Nurtafiyana, S.Pt., M.E.

Hadir pula perwakilan dari Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, dan Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Ir. H. Yudi Guntara Noor, serta perwakilan dari Balai Peternakan Margawati.

Hadir juga Direktur International, Custom and Partnership PT. Soka Cipta Niaga, Helma Agustiawan, S.M.B., yang juga Wakil Koordinator Sub Divisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Divisi UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) – Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi EKonomi Daerah (TPED) Provinsi Jabar dalam pertemuan ini.

“Pertemuan ini membahas masalah ketahanan pangan dari sudut pandang sektor peternakan, khususnya kambing dan domba (Doka), yang basis produknya ada di Jabar,” tutur Guntur Subagja Mahardika yang juga Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.

Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Jabar yang memiliki tradisi dan budaya untuk memelihara dan berternak domba. “Siapa yang tidak kenal dengan domba Garut yang sangat mendunia itu?” ujar Guntur.

Menurutnya, budidaya domba dan kambing sangat potensial untuk memulihkan dan membangkitkan kembali ekonomi warga jabar di masa pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19). “Budi daya domba dan kambing menjadi salah satu prioritas untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas peluang kerja sama untuk membangun Rumah Pemotohan Hewan (RPH) bersertifikat halal antara INTANI, HPDKI dan Pemprov Jabar. Hal ini penting seiring berlakunya secara efektif Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY