Ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fitroh-YASPIDA, Guntur Subagja dan Ekonomi Kerakyatan

0
768
Sumber: INTANI / https://www.facebook.com/gunturri/

NEWSCOM.ID, KABUPATEN SUKABUMI – Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fitroh – Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Darussyifa Al-Fitrat (Yaspida) telah dikunjungi oleh Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., pada Jumat (5/2).

Ponpes ini berlokasi di Jalan Kramat-Cipetir, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), serta dipimpin dan diasuh oleh Dr. KH. Ece Supriatna Mubarok, M.Sc, M.M.

Seperti dikutip dari laman https://www.facebook.com/gunturri, Guntur Subagja menjadi narasumber atau pemateri tentang program akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas dalam silaturahmi ini.

“Alhamdulillah, telah bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Terpadu Darussyifa Al-Fitroh – YASPIDA untuk berbagi informasi dan pengalaman tentang akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas pada Jumat (5/2),” tutur Guntur Subagja pada Jumat (5/2).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) itu pun bertemu dan berdiskusi (sharing) dengan pimpinan Ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fitroh – YASPIDA, Dr. KH. Ece Supriatna Mubarok, M.Sc., M.M.

“Kami berdiskusi tentang ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas, pertanian di tengah kota (urban farming), dan pertanian cerdas di lahan sempit (smart farming) seperti akuaponik dan hidroponik,” jelas Guntur Subagja.

Di depan para santri dan santriwati, Guntur Subagja pun menyampaikan apresiasi positif terhadap ikhtiar sungguh-sungguh dari pimpinan dan pengasuh Ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fithroh dalam mengembangkan pertanian, perikanan dan peternakan.

“Saya bersyukur, para pengajar dan pimpinan Ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fithroh, di bawah asuhan Dr. KH Ece Supriatna Mubarok, telah berhasil membangun kemandirian pesantren dan ekonomi masyarakat sekitar,” paparnya.

Di atas lahan sekitar 64 hektare ini, ucapnya, telah berhasil dikembangkan usaha-usaha pertanian, perikanan dan peternakan oleh Ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fithroh -YASPIDA.

“Pesantren terbukti mampu menjadi hub atau pusat aktivitas dan koordinasi dari ekonomi kerakyatan berbasis komunitas. Ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA berhasil menjadi penggerak ekonomi rakyat menuju Indonesia maju,” ujar Guntur Subagja yang juga Sekretaris Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua III DPP INTANI Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Program, Ir. H. Sigit Iko Sugondo, yang juga Ketua Yesindo Erabaru Sinergi (YES) Indonesia Foundation.

Hadir pula Direktur International, Custom and Partnership PT. Soka Cipta Niaga, Helma Agustiawan, S.M.B. yang juga Wakil Koordinator Sub Divisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Divisi UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) – Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah (TPED) Provinsi Jabar.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY