Karakteristik Pandeglang: “Talas Beneng, Cabai dan Kearifan Suku Baduy”

0
241
Sumber: INTANI / Guntur Subagja

NEWSCOM.ID, PANDEGLANG – Jenis tanaman Talas Beneng, cabai dan bawang merah menjadi primadona dalam sektor ekonomi berbasis pertanian di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Begitu pula dengan mode (fashion) dan gaya hidup (lifestyle) berbasis Muslim dan kearifan lokal (suku Baduy) sebagai sektor ekonomi unggulan di Pandeglang.

Ciri khas inilah yang coba diangkat ke tingkat provinsi Banten, bahkan hingga ke level nasional dan internasional, oleh Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita, S.E., M.M., dalam pertemuannya dengan Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si.

Dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Kamis (11/2), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mengonfirmasi hal ini. Bahkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, R. Erwin Soeriadimadja, M.S., turut hadir dan menjadi narasumber dalam pertemuan ini.

Pertemuan ini berlangsung pada Kamis (11/2) di Ruang Garuda, Gedung Negara Pendopo, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Sarasehan Ketahanan Pangan, Pengembangan Ekonomi Digital di Daerah, Seremoni Klaster Championship (Juara) dan Penetapan Local Economic Development (LED).

Secara khusus, terdapat seremoni (upacara) serta penyerahan hadiah dan penghargaan dari Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita, dan Kepala Perwakilan BI Banten, Erwin Soeriadimadja, kepada Kepala Klaster Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Taruna Mekar, Agus Cahyadi.

Hadiah tersebut merupakan Program Sosial BI (PSBI) dalam bentuk Peralatan Budi Daya Cabai. Gapoktan Taruna Mekar menerima hadiah itu karena prestasinya sebagai Juara Ketiga Tingkat Nasional dalam Klaster Championship 2020. Gapoktan ini berlokasi di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang.

Selain itu, tanaman jenis Talas Beneng juga ditetapkan sebagai LED atau Pembangunan Ekonomi Varietas Khusus oleh Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita.

Pemimpin yang mendapat julukan Bupati ‘Tani’ itu pun menetapkan Pesantren al-Kirom sebagai Pesantren Binaan Sektor Holtikultura. Ia juga menetapkan Pesantren Roudlatul Huda sebagai Pesantren binaan untuk fashion Muslim.

Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kirom ini berlokasi di Desa Perigi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, sedangkan Yayasan Pesantren Roudlotul Huda berlokasi di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Seperti dikutip dari laman https://www.bantennews.co.id/, Bupati Pandeglang yang akrab disapa Bupati ‘Tani’ itu sangat mengapresiasi program-program yang sedang berjalan dan diinisiasi oleh Kantor Perwakilan BI Banten dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mengembangkan ekonomi daerah.

“Saya sangat mendukung sekali program ini, tentu saja program yang diluncurkan BI Provinsi Banten sangat bermanfaat bagi petani dan pelaku usaha di Kabupaten Pandeglang. Program ketahanan pangan dan pengembangan eknomi daerah sangat dibutuhkan di masa pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19),” tutur Bupati Hj. Irna Narulita.

Menurutnya, berbagai program dari Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten ini dapat memberikan semangat serta membantu para pelaku usaha dan petani untuk menjadi tangguh dan mandiri.

“Tujuannya tentu untuk meningkatkan kembali geliat ekonomi di Kabupaten Pandeglang, khususnya bagi petani dan pelaku usaha. Karena kita tahu bahwa produk pertanian Pandeglang menjadi komoditas unggulan,” ujar Bupati ‘Tani’ itu seperti dikutip dari laman https://referensiberita.pikiran-rakyat.com/.

Selain itu, turut hadir Presiden Indonesia – Saudi Arabia Business Council (ISABC), Muhammad Hasan Gaido, yang juga owner Gaido Group, dalam acara ini.

Hadir pula Ketua Yesindo Erabaru Sinergi (YES) Indonesia Foundation, Ir. H. Sigit Iko Sugondo, yang juga Ketua III DPP INTANI Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Program, serta Pengasuh dan Pemimpin Ponpes Al-Kirom, KH. Salman Al-Jabali, dalam pertemuan ini.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY