Webinar Inspirasi Bisnis INTANI Ke-27: “Bengkel Sapi Unggul”

0
90
Sumber: INTANI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) Fresh bekerja sama dengan Yesindo Erabaru Sinergi (YES) Indonesia Foundation telah menyelenggarakan Web Seminar (Webinar) Inspirasi Bisnis INTANI Ke-27 pada Rabu (9/6), Pukul 09.00 – 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Webinar ini mengangkat tema: “Bengkel Sapi Unggul” dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang EKonomi dan Keuangan.

Seminar virtual ini juga disiarkan secara langsung (live streaming) oleh akun Youtube Indonesia Review di laman https://youtu.be/-HZNCTovs_k. Video ini memiliki durasi 2 jam 12 menit 55 detik. Indonesia Review juga menjadi partner media dalam webinar ini.

Dalam kegiatan ini, hadir secara virtual seorang narasumber, yakni Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. H. Ali Agus, D.A.A., D.E.A. Beliau membahas seputar bengkel sapi unggul sebagai pusat peternakan, pemeliharaan dan penggemukan sapi perah dan sapi pedaging yang baik dan benar.

Bengkel sapi unggul banyak terdapat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Fasilitas ini sangat identik dengan moto yang dicetuskan oleh Prof. Dr. Ali Agus, yakni: “Hewan ternak seperti sapi dan ayam juga harus sejahtera, bukan hanya peternaknya.” Beberapa indikatornya ialah hewan sapi yang gemuk, sehat, dan produktif.

Webinar ini dipandu oleh Ketua III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Program, Ir. H. Sigit Iko Sugondo, selaku moderator merangkap pembawa acara (host). Beliau juga mengemban amanat sebagai Ketua YES Indonesia Foundation.

Dalam seminar virtual ini, turut hadir ekonom senior yang juga pakar ekonomi UGM, Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec., Ph.D. Beliau juga memberikan pertanyaan dan tanggapan terhadap narasumber, khususnya terkait Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Masalahnya, di area TPA Piyungan ini terdapat sedikitnya 1.000 ekor sapi yang setiap hari mencari makan di tumpukan sampah. Akibatnya, sapi-sapi tersebut tidak layak dikonsumsi oleh manusia karena tubuhnya memiliki kandungan logam yang tinggi. Penyebabnya, tumpukan sampah itu belum dipisahkan antara sampah organik dengan anorganik.

Turut hadir seorang pengusaha ternak asal Bandar Lampung, Provinsi Lampung, yang memiliki sedikitnya 1.000 ekor sapi, yakni Joko Iriantono. Sapi-sapi itu dikembangbiakkan di Kabupaten Lampung Tengah. Ia juga memberikan tanggapan terhadap narasumber, khususnya terkait ternak sapi dan budi daya tanaman sorgum sebagai pakan sapi.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai media dalam bentuk pemberitaan, antara lain Newscom.id (http://newscom.id/), Indonesia News Network (http://inn.co.id/home/), Koran Nasional (http://korannasional.com/), TANI TV, Indonesia Review, dan Indonesia Daily.Id (http://indonesiadaily.id/).

Selain itu, setiap peserta yang mengisi formulir elektronik (e-form) dari panitia acara, lalu mengikuti kegiatan webinar secara penuh, maka akan mendapatkan sertifikat elektronik (e-ceritifcate) dari INTANI.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY