Ekosistem Keuangan Syariah Berbasis Wakaf Produktif Dapat Memajukan Pertanian

0
88
Sumber: INTANI / Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Koperasi Agro Maritim Nusantara bekerja sama dengan Mitra Mikro Social Investment telah mengembangkan ekosistem keuangan syariah untuk usaha mikro dan pertanian berbasis wakaf produktif. Khususnya bagi usaha-usaha mikro petani dan nelayan yang tidak dapat mengakses perbankan.

Chief Executive Officer (CEO) Mitra Mikro Social Investment, Arief Rizky, menyatakan hal itu pada Rabu (6/10), saat menjadi narasumber dalam Talkshow Pertanian dan Generasi Milenial. Acara ini berlangsung pada Pukul 09.00 – 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

“Mitra Mikro Social Investment telah mengembangkan ekosistem keuangan syariah untuk usaha mikro dan pertanian berbasis wakaf produktif,” tuturnya.

Kami, lanjut Arief Rizky, juga menggandeng Koperasi Agro Maritim Nusantara untuk menyalurkan pembiayaan kepada usaha-usaha mikro, petani dan nelayan yang unbankable atau tidak dapat mengakses perbankan.

Informasi ini dilengkapi oleh salah seorang pengurus Koperasi Maritim Agro Nusantara, Anif Punto Utomo. Menurutnya, Koperasi telah membangun ekosistem mulai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari proses produksi, pembiayaan hingga ke pemasaran.

“Dengan ekosistem ini, para pengusaha mikro, petani dan nelayan yang unbankable akan didorong menjadi besar dan bankable sehingga kelak dapat memanfaatkan permodalan dari lembaga keuangan syariah,” jelas Anif Punto Utomo saat memberikan tanggapan dalam seminar daring ini.

Program Mencetak Pengusaha Kedai Kopi dari Rumah dalam ekosistem keuangan syariah ini, ungkapnya, juga melibatkan para petani di sektor hulu, khususnya kafe (kedai kopi) yang terdampak pandemi.

“Kafe tersebut berfungsi sebagai cloud kitchen, sedangkan tugas pengusaha milenial ialah membuka gerai di rumahnya maisng-masing. Model bisnis ini juga terintegrasi dengan menggunalkan aplikasi Desa Digital Global (Dedigo),” jelas Anif Punto Utomo.

Acara daring ini diselenggarakan oleh Kementan Republik Indoensia (RI), Bank Indonesia (BI), serta Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indoensia (INTANI).

Talkshow (Bincang-Bincng) daring ini merupakan kegiatan jelang terlaksananya Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 pada Senin (25/10), tepatnya dalam Agriweek Road to ISEF 2021.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Narasumber lainnya ialah CEO Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swasembada (P4S) Peternakan Puyuh Sukabumi, Dr. H. Slamet Wuryadi, S.P., M.P.,

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY