Hari Pangan Sedunia, INTANI-BAP Dukung Petani Ekpor Buncis Kenya

0
73
Sumber: INTANI

NEWSCOM.ID, KABUPATEN BANDUNG – Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) telah memperingati Hari Pangan Sedunia pada Sabtu (16/10), dengan berdialog bersama para petani di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., yang juga Asisten Staf Khusus (Astafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan.

“Kami mengapresiasi petani dan nelayan yang menjadi pahlawan di tengah pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19). Mereka mampu menahan keterpurukan ekonomi bangsa,” tutur Guntur Subagja pada Sabtu (16/10), saat berdialog dengan para petani Kampung Rancagede, Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey.

Dalam forum dialog ini, Guntur Subagja didampingi oleh para pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) INTANI Jabar, antara lain Helma Agustiawan, Lulu Lusi Gemayanti, Riwayat Yaya, dan Zahrah Nabila. Hadir pula pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung, Jabar, Heri C. Utomo.

Dalam pertemuan ini, Ketua Umum DPP INTANI juga menggali berbagai informasi terkait masalah-masalah yang dihadapi petani selama pandemi COVID-19. Ia juga memotivasi para petani agar tetap semangat dan produktif di tengah tekanan berat yang dihadapi akibat pandemi COVID-19.

“Permasalahan petani adalah tidak adanya kepastian harga saat panen, mahalnya pupuk, dan sulitnya akses permodalan. Bahlan ada petani yang menyampaikan bahwa mereka sudah menerima Kartu Tani, tetapi belum bisa digunakan,” ungkap Guntur Subagja.

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan petani, lanjut Guntur Subagja, ialah kolaborasi INTANI dengan CV. Berkah Alam Pasundan (BAP) untuk membina petani dan memasarkan hasil pertanian. “Tujuannya agar para petani mendapat kepastian harga dan keuntungan,” imbuh Guntur Subagja.

Misalnya, ungkap Guntur Subagja, pembinaan terhadap petani Baby Buncis Kenya yang sudah berhasil menembus pasar ekspor.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Direktur CV BAP, Wawan Setiawan, yang juga hadir dalam forum dialog ini. “Setiap minggu, kami kirim ekspor buncis dua kali, masing-masing dua ton sehingga per bulan dapat mencapai sekitar 16 ton pengiriman ekpor Baby Buncis Kenya,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY