Hari Pangan Sedunia, BAP-INTANI Bina 40 Petani Buncis Kenya

0
61
Sumber: INTANI / Guntur Subagja Mahardika

NEWSCOM.ID, KABUPATEN BANDUNG – CV. Berkah Alam Pasundan (BAP) sedang dan telah membina 40 petani yang tergabung dalam lima kelompok tani. Mereka tersebar di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, serta di Kecamatan Parongpong dan KEcamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur CV. BAP, Wawan Setiawan, pada Sabtu (16/10), saat berdialog dengan para petani dalam acara Hari Pangan Sedunia di Kampung Rancagede, Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

“Saat ini, CV. BAP telah membina 40 petani yang tergabung dalam lima Kelompok Tani di Ciwidey, Parongpong dan Lembang. Kami pun sudah menanam 10 hektar Baby Buncis Kenya di Ciwidey dan Parongpong,” jelas Wawan Setiawan pada Sabtu (16/10).

Bahkan setiap pekan, lanjutnya, kami telah mengirim ekspor Baby Buncis Kenya sebanyak dua kali, masing-masing sejumlah 2 ton sehingga per bulan diperkirakan sekitar 16 ton.

Selain itu, ungkap Wawan Setiawan, CV. BAP juga menggandeng Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) untuk memperluas lahan produksi sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

“Bersama INTANI, kami berharap melakukan pembinaan serta dapat memperluas pasar dan menambah dukungan modal untuk petani. Adapun petani yang sudah dibina saat ini tergabung dalam Kelompok Tani Agro Mandiri, Wargi Tani, Mekar Tani, Sabilulungan, dan Nengkelan Tani. Secara umum, para petani itu menanam sayur-mayur,” ujarnya.

Menurutnya, kolborasi antara CV. BAP dengan INTANI juga bertujuan untuk mengatasi beragam masalah yang dihadapi petani. “Tujuannya agar para petani mendapat kepastian harga dan laba yang memadai, serta dapat memasarkan hasil pertaniannya dengan layak,” ucap Wawan Setiawan.

Bahkan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung, Heri C. Utomo, menyatakan kesiapanya untuk ikut serta dalam kolaborasi dengan INTANI dan CV. BAP, termasuk para petani binaan INTANI.

“Melalui Intani kami siap membuka akses pasar dan permodalan melalui Bank Jawa Barat (Jabar) maupun lembaga lainnya,” kata Heri C. Utomo pada Sabtu (16/10), saat berdialog dengan para petani dalam acara Hari Pangan Sedunia ini.

Pernyataan senada diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si. Menurutnya, organisasi INTANI berfungsi untuk mengolaborasikan para petani dengan pasar, modal, teknologi, akademisi, pemeirntah dan para pemangku kepenitngan.

“Para petani harus tetap bersemangat, meskipun tidak dapat dipungkiri mereka juga mengalami beban berat selama pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19) ini,” papar Guntur Subagja.

Intani, lanjutnya, mengapresiasi para petani dan nelayan yang telah menjadi penyelamat ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19.

“Sektor pertanian dan perikanan merupakan sektor yang tetap tumbuh saat sektor perekonomian lainnya meredup dan terdampak badai pandemi global,” ungkap Asisten Staf Khusus (Astafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY