Gandeng Toko Ritel Modern, Perluas Pasar Produk Halal UMKM

0
453

NEWSCOM.ID, Jakarta – Berbagai inovasi dan upaya terus dilakukan pemerintah maupun para pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk halal, khususnya yang diproduksi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu inovasi terbaru yang dilaksanakan saat ini adalah melakukan kerja sama dengan toko ritel modern yang banyak didatangi masyarakat untuk membeli keperluan sehari-hari. Oleh karena itu, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin berharap agar kerja sama ini dapat berkelanjutan sehingga ke depan masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan produk halal kebutuhannya dengan mudah.

“Sore hari ini saya meresmikan event halal industri, tatapi yang lebih penting itu yaitu mengenai adanya pemasaran produk-produk halal melalui ritel modern yang disponsori oleh Hypermart dan juga Indomaret, Alfamart, Super Indo. Jadi mereka sekarang akan memasarkan produk halal yang memang sudah bersertifikat halal. Nah ini dalam rangka perluasan daripada pemasaran, sehingga nanti masyarakat tidak lagi sulit mencari itu [produk halal], sudah ada di supermarket-supermarket,” tutur Wapres kepada awak media dalam keterangan persnya usai menghadiri acara Halal Industri Event 2022 di Halal Center Indonesia, Thamrin City Lantai 1, Jakarta, Selasa (24/05/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, masuknya produk halal UMKM ke toko ritel modern dalam jangka panjang dapat membuka kesempatan untuk tembus ke pasar ekspor global. Sebab Wapres menilai, dengan diterimanya produk halal ke ritel modern, meningkatkan daya saing yang dimiliki produk tersebut.

“Tadi saya lihat produk-produk kita itu, kalau sudah masuk di ritel modern, nah itu berarti sudah siap ekspor. Packagingnya sudah (siap), sertifikasinya sudah, berarti kualitasnya sudah (bagus). Karena itu kita dorong dulu melalui upaya supaya masuk dulu di ritel modern, domestik dulu, kemudian akan dipandu oleh beliau-beliau nanti untuk bisa diekspor,” urai Wapres.

Terkait data dari laporan The State of The Global Economy Report (SGIE Report) 2022 yang mencatat terdapat peningkatan ekspor makanan halal Indonesia ke negara-negara OKI di tengah tantangan krisis pangan yang terjadi di dunia, Wapres menegaskan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Chairman IHLC, Dr. H. Sapta Nirwandar mengatakan, State of Global Islamic Economy (SGIE) Report merupakan laporan tahunan yang hingga saat ini menjadi sumber informasi dan referensi bagi pembangunan dan pengembangan ekonomi Islam global. Laporan ini disusun oleh DinarStandard Dubai yang telah membangun kerjasama dengan IHLC sejak beberapa tahun yang lalu. 

“SGIE report 2022 ini edisi ke-9 yang cukup istimewa, karena merekam data-data menggeliatnya ekonomi Islam yang recover pasca pandemi Covid-19,” sambungnya.

Ia menambahkan, setelah ekonomi Islam mengalami penurunan 8% pada 2020 akibat pandemi, tahun ini diprediksi pemulihan sebesar 9,1% akan terjadi. Indonesia mempunyai peluang untuk tumbuh kembali dan berkembang lebih besar, terutama di sektor pangan halal dan modest fashion.

“Hal ini tentu memberikan semangat dan sejalan dengan tekad dan kebijakan pemerintah yang dikomandoi langsung oleh Bapak Presiden Jokowi dan Wapres KH. Ma’ruf Amin untuk menjadikan Indonesia menjadi pusat produsen produk halal dunia di tahun 2024,” kata Sapta, yang juga Chairman Indonesia Tourism Forum.

Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey turut menyampaikan pada pembukaan Pusat Produk Halal Indonesia ini berperan sebagai inkubator bagi UKM untuk naik kelas. Pelaku UKM dapat mendaftar untuk sertifikasi halal langsung di tempat tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bersama Indonesia Halal Lifestyle Center menghadirkan Pusat Produk Halal Indonesia.* (fr-rls)

LEAVE A REPLY