Milad 48 Tahun MUI, PD-PAB Gelar Seminar Akhlak Bangsa

0
495
Sumber: PD PAB MUI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyelenggarakan Silaturahmi dan Seminar Virtual Akhlak Bangsa II pada Selasa (11/7) malam, Pukul 19.30 – 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Seminar virtual ini istimewa karena diselenggarakan dengan tujuan menyambut Milad MUI Ke 48 Tahun. Bahkan seluruh pengisi acaranya ialah generasi muda, para alumni Training Penguatan Akhlak Bangsa Bagi Milenial Angkatan 1 dan Angkatan 2.

Dalam seminar virtual yang konsisten membahas problematika akhlak bangsa di kalangan generasi milenial ini, turut hadir dua orang narasumber secara daring, yakni Ilham Taufik dari Santri Mendunia dan Anisa Nurhakim, S.H., dari Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA0 Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Ilham Taufik memaparkan materi berjudul “Dakwah Digital”, sedangkan Anisa Nurhakim memaparkan materi berjudul “Akhlak Bangsa”. Adapun moderator dalam seminar virtual ini ialah Neng Nurhasanah. Sedangkan penanggap terhadap materi kedua narasumber ialah Apt. Fithriana Rachmawati, S.Farm.

Lalu qari’ yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an ialah Slamet Miftahul Abror, S.Hum., yang juga staf di PD PAB MUI. Beliau membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) dalam Surat Al-Fath ayat 1-2.

Sedangkan host atau pembawa acara ialah Wakil Sekretaris PD PAB MUI, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua PD PAB MUI, KH. Dr. Masyhurill Khamis, S.H., M.M., A.A.I.J., A.A.I.S., serta ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris PD PD PAB MUI, KH. Nurul Badruttamam, M.Ag.

Dalam sambutannya, KH. Dr. Masyhuril Khamis berpesan dan berharap agar MUI dapat menjadi penyambung lidah umat, pemutus semua persoalan umat, serta menjadi pemimpin terbaik bagi umat di Indonesia.

“Majelis Ulama Indonesia harus menjadi penyambung lidah umat, MUI harus menjadi pemutus semua persoalan umat, dan kita berada pada posisi harus menjadi the best leader of Indonesia, insya Allah. Selama ulang tahun MUI,” papar KH. Masyhuril Khamis yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Jam’iyatul Washliyah itu.

Lebih lanjut, KH. Dr. Masyhuril Khamis juga menyatakan bahwa Menjadi Duta Akhlak Bangsa adalah bagian dari kebutuhan kita hari ini. Dengan seminar virtual malam hari ini, tentu PD PAB merasa bahagia.

“Berarti, kami sudah punya partner yang banyak, teman yang banyak. Kita setuju dan sepakat bahwa dakwah di tingkat milenial atau di generasi alpha ini harus menjadi concern (perhatian penuh) kita,” ucapnya.

Bonus demografi Indoensia, lanjutnya, 60 persen ialah mereka yang berusia rata-rata 6 – 39 tahun, dari mulai Sekolah Dasar (SD) sampai Strata 3 (S3).

“Artinya apa? memang kebijakan yang kita ambil hari ini adalah berdakwah di kalangan generasi milenial, karena adik-adik inilah nanti yang akan menjadi generasi emas di 2045 yang akan datang,” ungkapnya.

Selain itu, KH. Dr. Masyhuril Khamis pun mengigatkan kepada segenap generasi muda Muslim di Indonesia, khususnya peserta seminar virtual ini, pesan-pesan dari Syeikhul Akbar (Grand Syeikh) Al-Azhar, Syeikh Muhammad Syaltout.

“Syeikh Muhammad Syaltout pernah mengatakan bahwa: ‘Berbahagialah Al-Azhar jika memberikan syahadah kepada seorang sarjana yang berakhlakul karimah. Tetapi, menangislah Al-Azhar ketika memberikan syahadah kepada seorang sarjana tetapi tidak berakhlakul karimah’. Nah, itu jawaban yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Wakil Sekretaris PD PAB MUI

LEAVE A REPLY