InMind Institute: ‘Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Adikuasa Muslim Demokratis Pertama Dunia’

0
142
Sumber: InMind Institute / https://www.youtube.com/watch?v=gv3rjbmRzUM

NEWSCOM.ID, DEPOK – Indonesia berpotensi menjadi negara adikuasa (Super Power) Muslim demokratis pertama di dunia. Analis-analis dunia memprediksi dan menghitung data-data itu dengan rasa optimisme. Hal ini terlihat dari sebuah jurnal ilmiah tetang Foreign Policy di Amerika Serikat (AS) yang terbit pada tahun 2012.

Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI), Dr. H. Muhammad Luthfi Zuhdi, M.A., yang juga pembina Inisiatif Moderasi Indonesia (InMind) Institute, mengonfirmasi hal itu pada Sabtu (2/5) sore, saat menjadi narasumber utama (keynote speaker) dalam Web Seminar (Webinar) melalui Zoom.

Webinar ini bertajuk: Masa Depan Demokrasi Pasca Pandemi Corona VirusĀ Desease 2019 (COVID-19): Kajian Politik Indonesia dan Internasional dan diselenggarakan oleh InMind Institute pada Pukul 16:00-17:30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

“Para analis dunia, mayoritas lebih memandang optimis terhadap (masa depan) Indonesia daripada yang pesimis. Saya sendiri termasuk yang memandang Indonesia dengan optimis. Tetapi optimisme ini harus dilandasi oleh langkah-langkah yang bisa menopang terwujudnya cita-cita bersama tentang Indonesia yang sejahtera dan besar ini,” tuturnya.

Dari analis-analis dunia yang muncul tentang Indonesia, lanjutnya, salah satunya dari sebuah jurnal di AS tentang Foreign Policy pada tahun 2012, yang memprediksi dan menghitung dengan data-data bahwa Indonesia akan menjadi negara besar.

“Bahkan disebutkan (dalam jurnal) bahwa Indonesia akan menjadi negara Super Power Muslim Demokratis pertama di dunia. Kalau itu terwujud, di situ ada kata-kata ‘Muslim’ dan demokratis. Karena itu, jika kita berpikir moderat di dalam Islam, maka moderat tentu ada beberapa tahapan. Pertama ialah cara berpikir tentang Islam itu sendiri,” paparnya.

Menurutnya, dalam pemikiran tentang sebuah pemahaman agama, maka ada yang berpaham cenderung ke kanan, bahkan kanan luar, atau juga cenderung ke kiri, termasuk kiri luar. “Jadi yang moderat itu ialah (berpikir) yang tengah-tengah sehingga bis amenjadi panutan semua pihak,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Direktur Hubungan Kemasyarakatan (Humas) dan Media Inisiatif Moderasi Indonesia (InMind) Institute.

Redaktur Website NEWSCOM.ID.

LEAVE A REPLY