Dunia Islam Abad Ke 21: Prospek Hubungan Indonesia-Timur Tengah

0
619
Sumber: Tawaf TV

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol.) Purn. Dr. (H.C.) Drs. H. Syafruddin, M.Si., telah menjadi narasumber dalam program “Khazanah Timur Tengah” di Tawaf TV pada Jumat (8/4) siang, bertepatan dengan 6 Ramadhan 1443 Hijriah.

Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) itu menjadi narasumber dengan tema: “Dunia Islam Abad Ke 21: Prospek Hubungan Indonesia – Timur Tengah”. Acara ini tayang di Tawaf TV sejak Senin (2/5) hingga Ahad (8/5), setiap hari, Pukul 10.30 dan 22.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Adapun pembawa acara (host) atau moderator dalam program ini ialah Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kemitraan Internasional Pimpinan Pusat (PP) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Tawaf TV dapat disaksikan secara langsung atau live streaming di situs resminya, laman https://tawaf.tv/watch-live/live, di UseeTV pada channel 858, di Indovision pada channel 105, di MNC Vision pada channel 75, dan di Nin Media pada channel 72, serta di Galaxy.id.

Dalam episode ini, Waketum PP DMI yang pernah menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) Republik Indonesia (RI) 2018-2019 itu menjelaskan seputar pertemuannya dengan Wakil Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad Ad-Dhuwaini, pada Ahad (28/11/21) di Kampus Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Beliau hadir bersama delegasi dari sekitar 40 ulama yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah dan Pesantren Modern di Indonesia serta tergabung dalam Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM).

Dalam pertemuan ini Wakil Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad ad-Dhuwaini, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada bangsa Indonesia. Pertama, beliau menyambut dan mengapresiasi peranan pesantren dalam proses pendidikan dan pembinaan masyarakat Indonesia.

“Universitas Al-Azhar menganggap bahwa Pesantren telah berhasil menyebarkan pemahaman wasatiyyatul Islam atau Agama Islam dengan karakter pertengahan dan moderat di Indonesia,” ujar Prof. Dr. Muhammad ad-Dhuwaini seperti diungkapkan Dr. (H.C.) Drs. H. Syafruddin, M.Si.

Kedua, lanjutnya, beliau mengapresiasi hubungan baik Indonesia-Mesir yang terjalin dengan baik, khususnya dengan Al-Azhar. “Ada perasaan cinta yang tinggi dari masyarakat Indonesia kepada Al-Azhar,” ungkap Wakil Grand Syeikh Al-Azhar itu.

Ketiga, ungkapnya, pelajar Indonesia di Al-Azhar saat ini berjumlah lebih dari 10 ribu mahasiswa. “Jumlah ini adalah delegasi pelajar asing terbesar dari seluruh dunia,” papar Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) 2016-2018 itu mengulangi kata-kata Prof. Dr. Muhammad ad-Dhuwaini.

Selain itu, Ketua Yayasan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (SAW) dan Peradaban Islam Indonesia ini juga sempat menjadi narasumber utama dalam Seminar Kebangsaan bertajuk: “Peran Strategis Alumni Al-Azhar dalam Konteks Tantangan Bangsa di Masa Depan,” pada Senin (29/11/21).

Beliau pun meminta agar alumni Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, khususnya pelajar Indonesia, untuk dapat meningkatkan perannya dalam memperkuat falsafah masyarakat.

“Tujuannya agar mereka dapat terus menjaga dan menyebarkan moderasi beragama dengan manhaj wasathiyah Islam, sebagai pilar untuk mengokohkan bangsa Indonesia. Alumni Al Azhar harus menjadi cermin yang dapar membawa ajaran Islam yang ramah dan rahmatan lil a’lamin, tidak hanya untuk Indonesia, namun juga dunia,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY