Inilah Lima Permasalahan Akhlak Bangsa Menurut PD-PAB MUI

0
600
Sumber: PD PAB MUI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Dr. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., menyatakan bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami berbagai permasalahan akhlak bangsa seperti kemiskinan, kebodohan, perpecahan, dekadensi moral dan kurangnya keteladanan.

“Saat ini, bangsa Indonesia sedang mengalami berbagai permasalahan akhlak bangsa seperti masalah kemiskinan, kebodohan, perpecahan, dekadensi moral dan kurangnya keteladanan. Kondisi ini harus menjadi perhatian penting generasi muda (milenial) Muslim Indonesia,” tegas KH. Dr. Masyhuril Khamis pada Sabtu (15/4).

Tepatnya saat Ketua Umum Pengurus Basar Al-Jam’iyatul Washliyah itu menjadi narasumber dalam acara Training Penguatan Akhlak Bangsa Bagi Milenial Angkatan 2″. Pelatihan ini berlangsung pada Sabtu (15/4) di Aula Buya HAMKA, Gedung MUI Pusat Lantai 4, Jakarta.

KH. Dr. Masyhuril Khamis membahas materi bertema: “Akhlak Bangsa (Masalah dan Solusi)”. Pelatihan ini juga diikuti 70 peserta dari berbagai macam organisasi kepemudaan Islam. Saat membahas materi, beliau didampingi oleh Wakil Sekretaris PD PAB MUI, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., selaku moderator acara.

Ibrahim, begitu sapaan akrabnya, juga mengemban amanat sebagai Direktur Bidang Media, Komunikasi dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Perhimpnan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dalam acara ini, KH. Masyhuril Khamis juga memberikan kata sambutan dan membuka acara secara resmi. Saat itu, beliau didampingi oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Arif Fahruddin, M.Ag., serta para Pengurus PD-PAB MUI, yakni KH. Dr. Muhammad Suaidi, M.Ag., dan Ustaz Dr. H. Muhammad Rahman, Lc., M.Ag.

Dalam acara ini, KH. Dr. Muhammad Suaidi, juga menjadi Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee/ SC), sekaligus narasumber (pemateri) dengan tema: “Generasi Milenial Yang Religius.” 

Tepatnya dalam diskusi panel bersama Emmy Kharisma Dewi. Beliau membahas materi bertema: “Generasi Milenial Unggul: Akhlak Sebagai Role Model Masa Depan.” Kharisma, begitu ia biasa disapa, juga menjadi Mentor Santri Mendunia. Adapun moderator dalam sesi ini ialah Ustaz H. Ahmad Syaifuddin, S.S.

Begitu pula dengan KH. Arif Fahrudin, M.Ag., yang menjadi narasumber dengan tema: “Manhajul Fikri Wal Khidmah: Metode Pemikiran dan Pengabdian MUI. Beliau menjadi narasumber dalam sesi panel diskusi bersama Ustaz Dr. H. Muhammad Rahman, Lc., M.Ag., dengan materi bertema:“Penguatan Akhlak Bangsa”.

KH. Arif Fahruddin didampingi oleh Staf Sekretariat PD PAB MUI, Slamet Miftahul Abror, S.Hum., selaku moderator diskusi dan panitia acara.

“Adapun solusi terhadap beragam permasalahan akhlak bangsa di Indonesia ialah perlunya generasi muda, khususnya milenial, untuk melanjutkan tiga tugas utama kenabian, tugas Rasulullah Muhammad SAW, yakni tilawah, tazkiyah dan ta’lim,” ungkap KH. Dr. Masyhuril Khamis dalam materinya.

Menurut Imam Al-Ghazali, lanjutnya, bahwa setiap akhlak yang buruk sesungguhnya bisa diobati dengan ma’jun (obat) ilmu dan amal.

“Dan sesungguhnya obat tiap-tiap penyakit, ialah dengan melawan sebabnya melalui tazkiyatun nafs, demikian menurut Imam Al-Ghazali,” ucap KH. Dr. Masyhuril Khamis.

Lebih lanjut, turut hadir secara daring Sekretaris PD PAB MUI, KH. Nurul Badruttamam, M.Ag., melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dari Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarrahmah, Kerajaan Arab Saudi. Beliau memberikan kata sambutan dan arahan kepada 70 peserta yang hadir, khususnya tindak lanjut pasca program pelatihan ini.

Sekretaris Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menyampaikan materi kepada para peserta selama sekitar 30 menit, khususnya seputar program-program PD PAB MUI yang telah, sedang dan akan berlangsung.

Lalu acara ditutup dengan kata sambutan dan pidato penutup dari Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., secara daring, melalui aplikasi Zoom Cloud MeetingRais Syuriah PBNU itu sedang mengikuti acara buka puasa bersama Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di Tokyo, Jepang.

Kemudian, seluruh pengurus PD PAB MUI yang hadir bersama-sama dengan 70 peserta dan panitia melakukan foto bersama sekaligus pengambilan video singkat ucapan Selamat Idul Fithri 1 Syawal 1444 Hijriah. “Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah,” ucap Dr. KH. Masyhuril Khamis memimpin para hadirin.

Selanjutnya, acara ditutup dengan do’a dan buka puasa bersama seluruh hadirin setelah azan magrib berkumandang.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY