Tasyakuran Pos Polisi dan Musala Babah Alun – Taman Surapati

0
69
Sumber: Mohammad Jusuf Hamka / Guntur Subagja Mahardika

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ir. H. Lkmanul Hakim, M.Si., Ph.D., telah berkunjung ke Musala Babah Alun di Taman Surapati, Kecamatan Menteng, Kota Administrasi Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/8).

Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri Syukuran Pos Polisi dan Musala Babah Alun di Taman Surapati, pasca berakhirnya proses renovasi pos polisi dan pembangunan musala oleh pengusaha Muslim keturunan Tionghoa, H. Mohammad Jusuf Hamka.

Turut hadir dalam kunjungan ini Asisten Stafsus Wapres RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.sos., M.Si., yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI).

“Musala Babah Alun merupakan bangunan dengan perpaduan arsitektur Betawi dan Oriental yang sangat menarik perhatian. Musala ini terletak di seberang sudut kediaman Wapres RI dan di samping rumah dinas Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jalan Diponegoro, Taman Surapati,” tutur Guntur Subagja pada Sabtu (28/8).

Seperti dikutip dari laman https://www.facebook.com/gunturri/, awalnya pos polisi tersebut sudah hampir setahun tidak berfungsi. Pos polisi untuk keamanan masyarakat di pusat ibu kota Jakarta ini ambruk tertimpa pohon tua yang berada di sekitarnya.

Melihat kondisi ini, lanjut Guntur Subagja, seorang dermawan pun tersentuh hatinya, ia bernama Jusuf Hamka dan bersedia membangun ulang pos polisi yang sudah luluh lantak tersebut. “Tak hanya itu, ia lengkapi pos polisi ini dengan musala di atasnya,” ujarnya.

“Arsitekturnya indah, eye catching (menarik pandangan mata) dan mencerminkan keberagaman Indonesia. Aksen Betawi dan Oriental berpadu dalam desain tempat ibadah tersebut, namanya Musala Babah Alun,” ungkap Guntur Subagja.

Menurutnya, musala ini difungsikan bagi masyarakat yang beraktivitas di Taman Surapati dan sekitarnya. Musala ini juga melengkapi sejumlah mesjid yang dibangun Babah Alun alias Muhammad Jusuf Hamka, muslim keturunan Tionghoa.

“Saya ajak rekan-rekan sesama pengusaha untuk turut berkontribusi. Jadi saya tidak sendirian, tapi ada teman-teman juga berkontribusi,” papar Jusuf Hamka seperti diucapkan Guntur Subagja.

Dalam acara ini, Ketua Umum DPP INTANI itu turut menikmati hidangan nasi kebuli bersama Stafsus Wapres RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ir. Lukmanul Hakim, Ph.D. Keduanya juga mengobrol ringan bersama para polisi, petugas Komando Rayon Militer (Koramil), Rukun Warga (RW) dan aparat kecamatan setempat.

“Semua orang yang hadir menyambut gembira kehadiran pos polisi baru dan Musala Babah Allun di Taman Surapati. Apalagi menu penutup dilengkapi dengan durian Musang King yang rasanya sangat lezat,” ucapnya.

Taman Surapati, kata Guntur Subagja, adalah area publik yang menjadi tempat pilihan warga Jakarta untuk berolahraga, bermain, dan terkadang menjadi pentas musik outdoor. “Namun selama pandemi Coronavirus Deseae 2019 (COVID-19), kawasan ruang hijau ini ditutup untuk publik,” ujarnya.

Seiring dengan meredanya COVID-19 di ibukota Jakarta, ungkapnya, tampaknya Musala Babah Alun akan menjadi salah satu penarik minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan Taman Surapati.

Barokallah Pak Haji Jusuf Hamka, langkah ini sangat menginspirasi kami semua,” tutur Guntur Subagja Mahardika.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY