2020, BRG Wajib Restorasi 120.000 Hektar Lahan Gambut

0
131
Sumber: https://id.wikipedia.org/

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Badan Restorasi Gambut (BRG) masih memiliki tugas berat untuk merestorasi sekitar 120.000 hektare (ha) hutan dan lahan gambut pada tahun 2020.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Kepala BRG, Ir. Nazir Fuad, M.Sc., menyatakan hal itu pada Rabu (29/1) di Jakarta, dalam Diskusi Publik bertajuk Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan 2020.

“Hingga kini, luas kawasan hutan dan lahan gambut budi daya dan konservasi yang sudah dibasahkan telah mencapai lebih dari 780.000 ha, dari target (lebih dari) 900.000 ha sekian. Jadi masih ada sekitar 120.000 hektare (untuk) pekerjaan rumah tahun 2020,” tutur Ir. Nazir Fuad.

Untuk menyelesaikan pekerjaan rumah itu, lanjutnya, BRG telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang mendapat izin sah di lahan gambut dari Kementerian Pertanian RI.

“Tujuannya untuk melakukan supervisi restorasi (gambut) di lahan mereka,” papar Ir. Nazir Fuad.

Menurutnya, dari sekitar 555.000 ha lahan perkebunan kelapa sawit yang menjadi target supervisi oleh BRG, hingga saat ini sudah terlaksana sekitar 408.000 ha. “Ini proses yang sedang berjalan. Ibaratnya kuliah ini masih semester dua atau tiga,” ucapnya.

“BRG melakukan supervisi untuk membantu perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam melakukan tata kelola kebun dan tata kelola air di lahan gambut konsesi,” imbuhnya.

Dalam paparannya, ahli forensik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. H. Bambang Hero Saharjo, M.Agr., menyatakan bahwa keberadaan lahan gambut telah menjadi perhatian dunia.

“Alasannya, area gambut dapat menyumbang emisi karbon terbesar jika terbakar. Karena itu, sangat penting untuk memastikan lahan-lahan gambut tidak terbakar,” tegasnya.

Menurutnya, lahan gambut tidak akan bisa terbakar dengan sendirinya. “Lahan jenis gambut hanya bisa terbakar jika dibakar (oleh sesuatu),” imbuhnya.

“Persoalannya siapa yang membakar? Kalau penyebabnya alam, ya, berarti karena lava dan petir. Dengan demikian, siapa yang sebenarnya yang membakar? Ya, yang berkepala hitam atau kepala putih,” ungkapnya.

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY