Helat ‘Harmoni Bumi’, Fashion Rhapsody Gandeng Dompet Dhuafa

0
120
Sumber: https://m.ayojakarta.com/

NEWSCOM.ID, JAKARTA РKegiatan Fashion Rhapsody yang bertajuk Harmoni Bumi akan digelar pada Rabu (26/2) hingga Sabtu (29/2) di The Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR) sebagai partner (mitra) amal Fashion Rhapsody.

Seperti dikutip dari laman https://www.republika.co.id/, Pendiri (founder) sekaligus perancang (designer) Fashion Rhapsody, Ariy Arka, menyatakan hal itu pada Rabu (5/2) di Tjikini Lima Restaurant & Cafe, Jakarta Pusat. Tepatnya di sela-sela acara Public Expose 2020: Refleksi Jejak Dompet Dhuafa 2019, Menapaki Dunia Sosial Kemanusiaan.

“Seluruh penjualan tiket acara Fashion Rhapsody, sepenuhnya akan disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan melalui Dompet Dhuafa. Tujuannya ialah untuk membantu mengembangkan industri kreatif di bidang industri fashion,” tuturnya.

Menurutnya, panitia pagelaran Fashion Rhapsody menargetkan sekitar 20 ribu pengunjung dalam acara ini. Hasil penjualan 20 ribu tiket diperkirakan mencapai Rp 500 juta hingga Rp 750 juta. “Hasil penjualan tiket 100 persen akan disumbangkan, harga tiket mulai dari Rp 50 ribu,” imbuhnya.

Pagelaran Harmoni Bumi ini, lanjutnya, terdiri dari 19 slot show (pertunjukan), dengan satu slot show mengundang langsung 600 tamu. “Perkiraan kami, ada seratus lebih tamu-tamu dari event bazar dan desainer. Di antara mereka, ada yang memamerkan hasil karyanya,” papar Ariy Arka.

“Kami juga akan menggelar kampanye Berbagi Sejuta Pohon dalam acara Fashion Rhapsody ini. Semua pengunjung punya hak menyumbangkan pohon untuk anak cucu nantinya,” ungkap Ariy Arka.

Menurutnya, Dompet Dhuafa dan Fashion Rhapsody telah menjalin kerja sama di beberapa kampung di Indonesia untuk mengembangkan industri kreatif dengan memanfaatkan hasil limbah. “Jadi limbah dari teman-teman desainer diolah menjadi aksesoris, boneka atau lain-lain sehingga menjadi industri kreatif,” jelasnya.

Ariy Arka pun memprediksi bahwa masih ada banyak orang yang kurang mampu dan membutuhkan pekerjaan. Fashon Rhapsody akan berupaya mengajari mereka untuk mengolah limbah menjadi industri kreatif. “Kita coba ajari mereka, kita olah bersama dan hasilnya buat mereka,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, acara Public Expose 2020 ini juga diikuti oleh penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara YDDR dengan Fashion Rhapsody. MoU ini ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, drg. H. Imam Rulyawan, M.A.R.S., dan Penggagas Fashion Rhapsody, Yulia Fandy.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY