Kuliah Umum UBPK Bahas Teknologi, Manajemen Informasi, dan Syariah

0
524
Sumber: FIBIS, UBPK / Ainur Alam Budi Utomo

NEWSCOM.ID, KARAWANG – Universitas Buana Perjuangan Karawang (UBPK) telah menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu pada Senin (24/2), sebagai Pembuka Mata Kuliah Pendidikan (MKP) Agama untuk semester genap. Acara ini mengangkat tema Peran Teknologi dan Manajemen Informasi dalam Penyebaran Ilmu Syar’i.

Dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Senin (24/2), tertulis bahwa acara ini berlangsung di ruang seminar dalam Gedung Yayasan Buana Pangkal Perjuangan Karawang (YBPPK), UBPK, Jawa Barat. Sejumlah mahasiswa UBP juga hadir dalam kuliah dosen tamu ini.

Adapun narasumber dalam acara ini ialah al-Haj Tareek el-Kassar al-Hasaini, seorang praktisi teknologi asal Australia. Sedangkan moderatornya ialah dosen MKP Agama dari Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS) UBPK, Ainur Alam Budi Utomo, S.Pd.I., M.Si., M.Pd.

Dalam kuliah dosen tamu ini, Tareek el-Kassar al-Hasaini menyatakan bahwa peran teknologi di era modern seperti saat ini sangatlah penting. “Namun di balik peran penting itu, teknologi memiliki sisi positif dan negatif,” tutur Tareek pada Senin (24/2).

Menurutnya, seseorang yang aktif mengambil informasi di internet atau media sosial harus bersikap selektif, terutama dalam mencari informasi perihal ilmu agama Islam.

“Saat ini, tidak sedikit informasi yang beredar di internet atau media sosial keliru. Bahkan informasi itu menyimpang dari ajaran agama yang sesungguhnya,” ujar Tareek.

Umat Islam, lanjutnya, sangat perlu untuk membudayakan talaqqii dalam mempelajari ilmu agama Islam, yakni belajar langsung kepada ahlinya yang memiliki sanad (mata rantai) keilmuan dalam berbagai disiplin ilmu agama. “Sanad itu harus bersambung kepada sahabat nabi dan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam (SAW),” tegasnya.

“Dengan membudayakan talaqqii, kita telah mengikuti Rasulullah SAW, sebagaimana beliau juga melakukan talaqqii kepada malaikat Jibril. Hal ini seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an surat an-Najm ayat 5,” ungkapnya.

Jika seorang Muslim melakukan talaqqii, ucapnya, maka ia akan mumpuni dalam disiplin ilmu agama Islam. Ia akan mempelajari ilmu agama Islam dengan tekun sehingga bersikap selektif dalam mengambil informasi di internet atau media sosial.

“Dampaknya, ia tidak akan terpapar kepada pamahaman kelompok yang menyimpang dari ajaran agama,” papar Tareek.

Sedangkan moderator dalam kuliah dosen tamu ini, Ainur Alam Budi Utomo, menyatakan bahwa setiap mahasiswa harus mengikuti rangkaian kegiatan baru, pertama dan perdana dalam perkuliahan di UBP ini. “Karena mahasiswa membutuhkan ilmu, baik secara teoritis maupun praktis, dari para ahli yang tepercaya dan bersanad,” imbuhnya.

Alhamdulillah, acara ini juga mendapat dukungan dari unsur pimpinan di Yayasan UBP, Dekan FEB UBPK, dan Kepala Prodi Manajemen UBPK sehingga mahasiswa sangat antusias. Terlihat pula 200 mahasiswa hadir dan aktif bertanya dengan pengantar perkuliahan menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Ainur Alam pun berharap bahwa kegiatan semacam ini rutin diselenggarakan pada setiap semester. Rencananya, kami akan mengadakan kegiatan sejenis pada Juni 2020. “Tentu dengan mendatangkan narasumber dari dalam dan luar negeri, insya Allah,” paparnya.

Ainur Alam pun berharap agar dengan membudayakaan kuliah umum dan menghadirkan narasumber yang ahli dan bersanad, maka atmosfer keilmuan di UBP Karawang semakin terlihat dan terasa.

“Harapannya, kuliah dosen tamu ini berkontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Karawang, dan para mahasiswa UBP Karawang berdaya guna bagi masyarakat dengan disiplin ilmu yang mereka tuntut,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY