Museum Rasulullah di Indonesia: Negara Besar yang Moderat-Toleran-Damai-Beraneka Ragam

0
165
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=KR7BLuDnMoA&t=1355s / Tawav TV

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Republik Indonesia (RI) berhasil terpilih sebagai tempat pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (SAW) dan Peradaban Islam karena beberapa faktor. Antara lain, Indonesia adalah negara besar yang moderat, toleran, damai, dan penuh dengan keanekaragaman.

Ketua Panitia Pembangunan Museum Rasulullah SAW, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol.) Purnawirawan (Purn.) Drs. H. Syafruddin, M.Si., menyatakan hal itu pada Rabu (26/1) sore di Pantai Ancol Timur, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Tepatnya saat H. Syafruddin yang juga Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu membacakan laporan panitia dalam prosesi Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

“Mengapa Indonesia juga menjadi salah satu (negara) yang dipilih? Karena (Indonesia) dipandang sebagai negara besar, moderat, dan penuh dengan toleransi dan perdamaian, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan ras,” tutur H. Syafruddin seperti dikutip dari laman https://www.republika.co.id/.

Menurutnya, Indonesia berhasil terpilih dan telah menyisihkan 24 negara lainnya (yang lolos seleksi) sebagai lokasi pembangunan Museum Sejarah Rasulullah SAW ini.

“Museum ini juga merupakan hasil kerja sama antara DMI dengan Rabithah al-Alam al-Islami atau Liga Dunia Islam dan Yayasan Waqaf Assalammu’alaika Yaa Ayyuhan Nabi,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI Periode Agustus 2018 – Oktober 2019 itu.

PP DMI, lanjutnya, telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Liga Dunia Islam pada Senin, 30 Spetember 2019. Lalu PP DMI menandatangani MoU dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta pada Jumat (31/1) lalu.

Museum ini, ungkapnya, nanti akan diisi dengan sejarah lengkap Rasulullah SAW dengan menggunakan teknologi informasi digital berbasis audio visual seperti 3 Dimensi (3D), Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (Realitas Tertambat).

“Hadirnya museum ini di Indonesia akan membawa misi Islam moderat. Di dalamnya akan menggambarkan sirah nabawiyah, sejarah Nabi Muhammad SAW yang sangat lengkap,” jelas H. Syafruddin.

Museum Sejarah Rasulullah SAW ini, ucapnya, juga akan menjadi kebanggan bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Karena di dalamnya akan menghadirkan ratusan hadits Nabi Muhammad SAW yang terkait erat dengan hubungan antara umat Islam dengan non-Muslim,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, sebagaimana yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Dunia Islam, Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa, Lc., M.A., museum ini juga akan menjadi museum terbesar di dunia. “Museum ini akan menjadi ikon dunia dan akan menjadi yang terbesar di dunia,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, H. Syafruddin juga ikut menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan museum ini. Ia mendampingi Ketua Umum PP DMI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, saat menekan tombol sirine itu.

Kegiatan ini diresmikan langsung oleh  H. Muhammad Jusuf Kalla. Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan ke-12 itu juga memberikan kata sambutan dalam prosesi ini.

H. Jusuf Kalla menekan tombol sirine bersama-sama dengan Sekjen Liga Dunia Islam, Syaikh Muhammad, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, H. Erick Thohir, B.A., M.B.A., serta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Dr. Sofyan Abdul Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D., yang juga Ketua PP DMI.

Selain itu, pembacaan doa dipimpin langsung oleh Ketua PP DMI, Drs. KH. Abdul Mannan Abdul Ghani, yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sedangkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dipimpin oleh Ustaz H. Ahmad Taqiyuddin Malik, Lc.

Dalam kegiatan ini, hadir pula sejumlah duta besar (dubes) dari negara-negara sahabat, termasuk sejumlah dubes dari negara-negara anggota Liga Arab (Arab League) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Hadir juga Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Prof. Komaruddin Hidayat, M.A., Ph.D.

Juga hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., dan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Yang Berbahagia (YBhg). Datuk Seri H. Mohamad Ali bin Mohamad Rustam dari Malaysia.

Hadir pula Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Drs. H. Agus Maftuh Abegebriel M.Ag., Wakil Ketua Umum PP DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., Ketua PP DMI, H. Rudiantara, S.Stat., M.B.A., dan Ketua PP DMI, Drs. H. Andi Mappaganti, M.M.

Ketua PP DMI, Prof. Dr. dr. H. Fachmi Idris, M.Kes., yang juga Direkutur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan RI, juga hadir dalam acara ini.

Tampak hadir Sekjen PP DMI, Drs. H. Imam Addaruquthni, M.A., Sekretaris PP DMI, Dr. H. Serian Wijatno, S.E., M.M., M.H., Sekretaris PP DMI, dr. Ivan Rovian, M.K.P., Sekretaris PP DMI, K.H. Syaifudin Nawawi, S.H.,Bendahara Umum PP DMI, Dr. H. Machfud Sidik, M.Sc., dan Bendahara PP DMI, Drs. H. Suhaeli Kalla.

Terlihat juga Bendahara PP DMI, Dra. Hj. Dian Artida, Direktur Program PP DMI, Dr. H. Munawar Fuad Noeh, M.A., Penghubung Umum PP DMI, Drs. H. Syahrul Udjud, S.H., dan Penghubung Umum PP DMI, H. Yadi Jentak.

Turut hadir Ketua Departemen Pemberdayaan Organisasi dan Pembinaan Kewilayahan PP DMI, Dr. H. Makmun Murad Al-Barbasy, M.Si., serta Ketua dan Sekretaris Departemen Dakwah, Ukhuwwah dan Sumber Daya Keumatan PP DMI, Ustaz Drs. H. Ahmad Yani, dan Drs. KH. Makmun al-Ayyubi.

Kyai Makmun al-Ayyubi saat ini juga mengemban amanat selaku Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi DKI Jakarta.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY