Antisipasi Kelangkaan, PT Pupuk Indonesia Menyiapkan 1.022.177 Ton Pupuk

0
100
Sumber: LKBN Antara

NEWSCOM.ID, JAKARTA – PT. Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk sebanyak 1.022.177 ton, baik subsidi maupun non subsidi, sebagai langkah antisipasi memasuki masa tanam awal tahun ini.

Kepala Komunikasi Korporat PT. Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana, menyatakan hal itu pada Rabu (4/3) di Jakarta, seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

“Stok pupuk sebanyak 1.022.177 ton itu, baik yang subsidi maupun non subsidi, terdiri dari jenis pupuk urea sejumlah 509.201 ton, Nitrogen-Phospat-Kalium (NPK) sejumlah 243.736 ton, SP-36 sejumlah 96.973 ton, dan ZA sejumlah 111.027 ton, serta organik sejumlah 61.240 ton,” tutur Wijaya Laksana pada Rabu (4/3) di Jakarta.

PT. Pupuk Indonesia (Persero) pun berkomitmen untuk menjaga jumlah stok pupuk untuk dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan alokasi yang diatur oleh Kementerian Pertanian. “Stok yang tersedia mencapai empat kali lipat dari ketentuan,” imbuh Wijaya.

Menurutnya, jumlah stok pupuk itu telah dipasok oleh lima anak perusahaan PT. Pupuk Indonesia (Persero), yakni PT. Petrokimia Gresik yang menyediakan stok pupuk sebanyak 498.616 ton, PT. Pupuk Kujang sebanyak 141.730 ton, PT. Pupuk Kaltim sebanyak 181.787 ton, dan PT. Pupuk Iskandar Muda Aceh sebanyak 37.983 ton.

Sebuah anak perusahaan lainnya ialah PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang yang menyediakan 170.594 ton. PT. Pupuk Indonesia pun mengantisipasi kebutuhan petani. Apabila terjadi kekurangan, perseroan akan menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas untuk menyalurkan pupuk bersubsidi nasional juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) untuk mencegah kelangkaan pupuk.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah, stok pupuk bersubsidi yang disalurkan PT. Pupuk Indonesia (Persero) telah disesuaikan dengan alokasi pupuk di masing-masing provinsi.

Tercatat hingga Sabtu (29/2), Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan sebanyak 1.619.476 ton pupuk bersubsidi. Pupuk bersubsidi itu terdiri dari 784.547 ton pupuk Urea, 479,321 ton NPK, 136.490 ton SP-36, 140.954 ton ZA, dan 78.164 ton Organik.

Di tengah isu wabah corona (COVID-19), PT. Pupuk Indonesia meyakinkan bahwa kelancaran distribusi pupuk bersubsidi tidak terganggu oleh wabah Corona.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN RI, H. Erick Thohir, B.A., M.B.A., yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE-1/MBU 03/2020 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam arahannya, Menteri Erick Thohir meminta agar PT Pupuk Indonesia (Persero) menjaga ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

Menanggapi arahan itu, Kepala Komunikasi Korporat PT. Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana, mengimbau agar para distributor, pemilik kios, karyawan dan produsen pupuk untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti anjuran-anjuran pencegahan penyebaran virus corona sehingga para petani juga terlindungi.

“Kami berkomitmen menjaga proses distribusi pupuk bersubsidi tetap berjalan dengan lancar. Kami mengimbau juga agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga pola hidup sehat,” ungkapnya.

Sumber: LKBN Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY