Pupuk Indonesia Raih Predikat Emerging Industry Leader (Excellence Level)

0
110
Sumber: LKBN Antara

NEWSCOM.ID, JAKARTA – PT. Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meraih predikat Emerging Industry Leader (Excellence Level) dalam ajang penghargaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Performance Level Award 2020.

BUMN Performance Level Award 2020 merupakan ajang penganuegarahan kepada BUMN yang telah bekerja keras dalam membangun daya saing melalui integrasi berbagai sistem manajemen hingga mencapau tingkat kesempurnaan kinerja tertentu.

Seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, predikat Emerging Industry Leader berhasil diraih oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan perolehan skor 611,25 dalam asesmen Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN Tahun 2019.

Terkait hal ini, Kepala Komunikasi Korporat PT. Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana, manyatakan bahwa perusahaannya telah melakkukan berbagai hal dala meningkatkan daya saing perusahaan.

“Banyak hal yang telah kami lakukan dalam meningkatkan daya saing perusahaan, salah satunya dengan program efisiensi dan transformasi bisnis,” tutur Wijaya Laksana pada Rabu (4/3) di Jakarta.

Capaian PT. Pupuk Indonesia (Persero), lanjutnya, telah meningkat dari capaian sebelumnya pada 2016 yang berada di level “Good Performance” dengan skor 524,75. “Sedangkan tahun 2017, PT. Pupuk Indonesia mampu mencapai level Emerging Industry Leader dengan skor 582,25,” papar Wijaya.

Dalam ajang penghargaan ini, ucapnya, PT. Pupuk Indonesia termasuk dalam daftar 22 BUMN yang meraih level Emerging Industry Leader dari total 100 BUMN yang dinilai.

Asesmen kinerja berbasis KPKU ini dinilai langsung oleh Kementerian BUMN dan Forum Ekselen BUMN (FEB) guna mengukur implementasi kerangka bisnis ekselen (tingkat kesempurnaan), termasuk peningkatan daya saing perusahaan, pada 7-12 Juli 2019.

Menurutnya, sebagai salah satu pemain terbesar industri pupuk di pasar Asia Pasifik, Pupuk Indonesia senantiasa meningkatkan sinergi antar anak perusahaan di bidang pupuk. “Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi. Jadi produk yang dihasilkan bisa memiliki daya saing tinggi,” imbuhnya.

“Salah satu upaya efisiensi yang sudah berhasil diwujudkan yakni dalam hal efisiensi pemakaian bahan baku, yang ditopang juga dengan program revitalisasi pabrik yang kami lakukan,” ujar Wijaya.

Selain itu, ucapnya, dalam rangka mensukseskan program transformasi bisnis, PT. Pupuk Indonesia (Persero) juga sedang menyelesaikan proyek NPK sebesar 2,4 juta ton.

“Pembangunan pabrik-pabrik NPK baru ini menjadi wujud nyata (upaya) Perusahaan untuk lebih fokus pada produk pupuk non urea,” jelasnya.

Perseroan juga memiliki fokus yang serius dalam memperkuat budaya mutu dan daya saing melalui pengembangan inovasi dan produktivitas di setiap anak usahanya. “Hal ini dapat memacu pertumbuhan perusahaan semakin positif setiap tahunnya,” ungkap Wijaya.

Tidak hanya itu, ungkapnya, Pupuk Indonesia pun memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap kegiatan perusahaan.

Perseroan, lanjutnya, telah menerapkan sejumlah sistem manajemen yang terintegrasi, baik dalam hal pengelolaan mutu perusahaan, risiko, kepatuhan, anti fraud, maupun Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Standar Nasional Indonesia (SNI) International Organization for Standardization (ISO) 37001:2016 pada 2019.

Dalam hal pelayanan, perusahaan telah mengembangkan inisiatif untuk meningkatkan pelayanannya kepada publik melalui penerapan aplikasi terintegrasi sejak dari produsen, distributor, hingga kios, serta mendukung penerapan kartu tani.

Bahkan baru-baru ini, lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia (Fitch) telah memberikan afirmasi berupa peringkat Nasional Jangka Panjang perusahaan pupuk untuk PT Pupuk Indonesia (Persero) pada level “AAA (idn)” dengan Outlook Stabil.

Fitch juga telah mengafirmasi peringkat nasional senior tanpa jaminan PT Pupuk Indonesia dan peringkat semua obligasi rupiah PT Pupuk Indonesia di level “AAA (idn)”.

Sumber: LKBN Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY