Presiden Jokowi Ajak G-20 ‘Perang’ Melawan Pandemi COVID-19

0
130
Sumber: LKBN Antara

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, mengajak para pemimpin negara-negara anggota Group of Twenty (G-20) untuk bersama-sama memerangi pandemi virus corona jenis baru (COVID-19) dan memulihkan perlambatan ekonomi global akibat wabah itu.

Seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Presiden Joko Widodo menyatakan hal itu pada Kamis (26/3) malam, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) G-20 secara virtual dari Istana Kepresidenen Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

G20 merupakan kelompok 20 ekonomi utama dunia yang sangat berpengaruh dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) global.

“Pertama, kita harus kuatkan kerja sama melawan COVID-19,” tutur Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Joko Widodo, negara-negara anggota G-20 harus mendorong solidaritas dunia dalam penanganan COVID-19. Para pemimpin G-20 juga perlu menginisiasi upaya agar pandemi COVID-19 tidak menganggu kemitraan dan kerja sama antarnegara yang telah dibangun bertahun-tahun.

“Untuk itu, G-20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti-virus dan obat COVID-19, tentunya bersama World Health Organization (WHO) (Badan PBB untuk kesehatan dunia,-red),” papar Presiden yang akrab disapa Jokowi itu.

Presiden Jokowi juga mendorong negara-negara G-20 untuk bekerja sama, dan mensinergikan kebijakan serta instrumen ekonomi untuk melawan keterpurukan ekonomi dunia akibat wabah COVID-19.

“Kita harus mencegah resesi ekonomi global melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi, serta memperluas dan memperkuat jaring pengaman sosial, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” jelas Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut, Presiden juga mendorong negara-negara anggota G-20 untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, termasuk menjaga ketersediaan likuiditas, dan memberikan relaksasi bagi dunia usaha yang terpukul karena pandemi COVID-19. “Dengan gejolak keuangan global yang tinggi, dukungan foreign exchange sangat penting,” imbuhnya.

“Saya juga mendukung peningkatan peran global dan regional financial safety net (jaring pengaman keuangan regional), termasuk melalui SDR (Special Drawing Right) swap line dan currency swap facility (fasilitas barter mata uang), seperti Chiang Mai Initiative,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan pentingnya bagi negara anggota G-20 untuk mencegah disrupsi produksi, dan menjaga kelancaran distribusi barang.

“Utamanya bahan pangan pokok dan barang kesehatan,” ucap Presiden Joko Widodo.

Di akhir pernyataannya, Kepala Negara menekankan perlunya negara-negara anggota G-20 untuk menumbuhkan kepercayaan dunia, bahwa dunia mampu memenangkan perang dan melewati krisis yang diakibatkan COVID-19 ini.

Sumber: LKBN Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY