Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso Wafat Akibat Stroke

0
102
Sumber: LKBN Antara/ https://nasional.kompas.com/

NEWSCOM.ID, JAKARTA –Innalillahi wa inna ilaihi Rooji’un, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) 2007-2010, Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso, M.Si., telah meninggal dunia pada Ahad (10/5) pagi, sekitar Pukul 06:30 Waktu Indonesia Barat (WIB), di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI dr. Albertus Budi Sulistya, Sp.THT-KL., M.A.R.S., mengonfirmasi hal itu pada Ahad (10/5) pagi.

“Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso meninggal dunia karena stroke. Beliau meninggal dunia bukan karena wabah Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), tetapi karena stroke berat yang dideritanya,” tutur Brigjend TNI dr. Albertus Budi Sulistya.

Namun Wakil Kepala RSPAD itu enggan memaparkan lebih jauh, apakah kematian Jenderal TNI Djoko Santoso itu terjadi usai operasi pendarahan otak. “Beliau meninggal karena stroke berat,” ujarnya.

“Jenazah almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hills, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pemakaman sendiri akan dilakukan pada Ahad (10/5) siang, sesuai dengan protokol kesehatan,” paparnya.

Sebenarnya, lanjut dr. Albertus Budi Sulistyo, almarhum punya hak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) “Namun pihak keluarga meminta untuk dimakamkan di TPU San Diego Hills,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Nefra Firdaus, S.E., M.M., menyatakan bahwa seluruh jajaran TNI, khususnya TNI AD, akan mengibarkan bendera setengah tiang.

“Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso, seluruh satuan jajaran TNI/ TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang,” jelas Brigjen TNI. Nefra Firdaus pada Ahad (10/5)

Menurutnya, jenazah almarhum telah dibawa ke rumah duka, yaitu di Jalan Bambu Apus Raya nomor 100, RT 12/ RW 03, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Kota Administrasi Jakarta Timur, setelah prosesi perawatan jenazah di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto.

Selanjutnya, ungkap Brigjen TNI Nefra Firdaus, jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka pada Ahad (10/5) siang, pukul 13.00 WIB, menuju pemakaman Sandiego Hills, di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar). “Akan dilaksanakan upacara pemakaman secara militer sekitar pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso merupakan Panglima TNI pada periode 2007-2010. Kemudian almarhum terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso juga pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo – H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sumber: LKBN Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY