Wapres Ma’ruf: Narkotika dan COVID-19, Ancaman Multi Dimensi Bagi Keluarga

0
121
Sumber: Asisten Deputi (Asdep) Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) - Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI.

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) memiliki dampak multi dimensi bagi negara, bahkan hingga ke unit terkecil, yakni keluarga. Artinya, dampak NAPZA sama dengan penyakit Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) akibat virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) Corona Virus (CoV)-2.

Seperti dikutip dari laman http://www.wapresri.go.id/, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, menyatakan hal itu pada Jumat (26/6), saat memberikan sambutan secara daring (virtual) dalam acara Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020.

Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin juga meresmikan sekaligus membuka Puncak Peringatan HANI Tahun 2020 ini melalui Video Konferensi dari kediaman resmi Wapres RI di Jalan Diponegoro Nomor 2, Kota Administrasi Jakarta Pusat.

“Penanganan peredaran narkotika membutuhkan standar yang sama guna menjamin dan melindungi hak-hak masyarakat untuk dapat tetap hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal. Semuanya menuntut inovasi-inovasi baru yang disertai kepatuhan hukum dan disiplin tinggi,” tutur Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin.

Wapres KH. Ma’ruf Amin pun menilai bahwa tema yang diangkat pada acara HANI Tahun 2020 mempunyai kesesuaian dengan kondisi saat ini, yakni Hidup 100% di Era New Normal. Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba. Karena itu, Wapres mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengaplikasikan tema tersebut.

“Kita semua harus berupaya bertahan hidup 100%, dengan tetap sadar, sehat, produktif, dan bahagia,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Wapres KH. Ma’ruf Amin juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan puncak peringatan HANI Tahu 2020, termasuk kerja keras Badan Narkotika Nasional (BNN) dan institusi lainnya yang telah bekerja sama dalam upaya Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Melalui berbagai upaya, tren prevalensi penyalahgunaan NAPZA berhasil diturunkan, dari 2,3 persen di tahun 2011 menjadi 1,80 persen di tahun 2019,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Wapres KH. Ma’ruf Amin mengingatkan semua pihak bahwa saat ini, Indonesia sedang menuju gerbang bonus demografi. “Jadi sangat penting, khususnya bagi generasi milenial, untuk hidup sehat dan produktif tanpa narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba),” tegasnya.

“Generasi milenial pada dekade mendatang akan muncul sebagi pengganti generasi saat ini. Mereka harus sehat dan produktif. Harus hidup 100 persen dan hidup bahagia tanpa narkoba. Mari kita bersama-sama, menyelamatkan anak cucu kita dari kejahatan narkoba,” ucap Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Dalam acara ini, Wapres juga meresmikan peluncuran Portal Pengaduan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat Narkoba, Pelayanan Badan Narkotika Nasional (BNN) One Stop Service (BOSS), dan Tagar (#) Hidup 100%.

Dalam puncak peringatan HANI Tahun 2020 ini, turut hadir secara virtual Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr. Puan Maharani Nakshatra Kusyala, S.I.Kom., dan Kepala BNN, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol.) Heru Winarko, S.H., para Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM), dan para pimpinan serta perwakilan lembaga tinggi negara.

Hadir pula secara virtual para Gubernur dari seluruh Indonesia dalam puncak peringatan HANI Tahun 2020 ini. Turut hadir dan memberikan kata sambutan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI, Tjahjo Kumolo, S.H.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY