‘Food Estate,’ Pemkab Pulang Pisau Menyiapkan 56.000 Hektare Lahan

0
125
Sumber: https://www.antaranews.com/

NEWSCOM.ID, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), telah menyediakan lahan pertanian seluas 56.000 hektare guna mendukung pengembangan program Food Estate tahap kedua, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat upaya ketahanan pangan nasional.

Seperti dilansir dari laman https://www.antaranews.com/, Bupati Pulang Pisau, H. Edy Pratowo, S.E., M.M., mengonfirmasi hal itu pada Ahad (28/6) di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng.

Tepatnya saat bertemu dan berbicara dengan Menteri Koordinator Bidnag Perekonomian Republik Indoensia (RI), Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., serta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D.

Saat itu, turut hadir Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr. Jerry Adithya Ksatria Sambuaga, M.I.A., yang juga berbicara dengan Buati Pulang Pisau. Saat itu, ketiga menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) sedang meninjau lokasi Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng, pada Sabtu (27/6).

Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi serta mencakup beberapa bidang seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan. Untuk tahap pertama, pemerintah pusta menargetkan optimalisasi lahan pertanian untuk Kabupaten Pulang Pisau seluas 10 ribu hektar,” jelas Bupati Edy Pratowo.

Sebelumnya, lanjut Bupati Edy Pratowo, Pemkab Pulang Pisau telah menyiapkan 19 ribu hektare lahan pertanian yang benar-benar berpotensi. Selain itu, Pemkab juga memiliki 25.000 lahan existing yang telah siap untuk dioptimalkan dan memiliki dukungan sumber daya manusia (sdm).

Menurutnya, lokasi lahan pertanian seluas 56.000 hektare ini telah dipersiaplan oleh Pemkab Pulang Pisau untuk pengembangan ketahanan pangan nasional tahap kedua. Lahan ini ditargetkan oleh pemerintah pusat dengan luasan pengembangan dan optimalisasi lahan mencapai 148.000 hektare.

“Kita berharap (agar) Kabupaten Pulang Pisau, ke depan, bisa menjadi lumbung padi dan salah satu lokasi dari pengembangan program ketahanan pangan nasional, termasuk memberikan kesempatan kepada petani untuk bisa mencapai hasil yang lebih optimal,” tutur Bupati Edy Pratowo.

Bupati Edy Pratowo pun berharap agar hasil produksi pertanian dari petani dapat lebih ditingkatkan dengan program Food Estate. Apalagi sudah ada komitmen dan sinergitas dari Pemkab Pulang Pisau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, dan pemerintah pusat  dalam melaksanakan program Food Estate.

Program Food Estate ini, paparnya, akan didukung dengan pola pertanian modern. Para petani di daerah setempat juga menerapkan pola dua kali tanam dalam setahun.

“Sedangkan jumlah produksi padi yang dihasilkan petani dalam satu hektar lahan, dari jenis varietas hibrida dan impara, mampu menghasilkan 5-7 ton. Bahkan dalam uji coba menggunakan padi organik, hasil panen petani bisa mencapai 9-10 ton per hektare,” jelas Bupati Edy Pratowo.

Bupati Edy Pratowo pun mengungkapkan bahwa pemerintah perlu melakukan pembenahan dan peningkatan infrastruktur untuk mendukung pertanian modern dalam program Food Estate ini. “Misalnya rehabilitasi jaringan irigasi primer dan sekunder dengan teknologi yang lebih baik,” ucapnya.

“Apalagi buka tutup pintu-pintu air pada saluran irigasi, yang dibangun pada tahun 1983 lalu, masih banyak yang belum direhabilitasi oleh pemerintah. Program seperti ini sangat ditunggu oleh masyarakat setempat karena dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat di Kalteng, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau,” katanya.

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY