SKSG UI: ‘Jangan Hanya Menguasai IT, Negara Perlu Menjamin Ketersediaan Pangan’

0
149
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=GDLDW5Z5T9Q&t=1456s / Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI)

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Kebutuhan pangan mutlak harus dipenuhi oleh suatu bangsa yang ingin ideologi bangsanya mengglobal atau dikenal luas oleh dunia internasional. Negara yang hanya menguasai dunia maya melalui teknologi informasi, tetapi tidak menguasai dunia nyata, termasuk pangan, maka hegemoninya akan jomplang.

Seperti dikutip dari laman https://www.youtube.com/watch?v=GDLDW5Z5T9Q&t=1456s Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI), Dr. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., menyatakan hal itu pada Rabu (15/7) pagi secara virtual, saat memberikan kata sambutan dan membuka Web Seminar (Webinar) bertajuk: Anak Muda dan Ketahanan Pangan di Era New Normal.

Webinar ini diselenggarakan oleh Center for Strategic Policy Studies (CSPS) – SKSG UI pada Rabu (15/7), Pukul 09.30 – 12.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Rumah Produktif Indonesia (RPI) dan Global Youth Indonesia (GYI).

“Kita biasanya cenderung disibukkan dengan adagium dunia maya, padahal ada dunia nyata juga sebetulnya. Kalau saya menggunakan istilahnya Samuel Huntington dalam (teori) Political Order, maka diantara Tertib Politik itu, bagaimana lembaga-lembaga negara bisa mengkondisikan terjaminnya demokrasi substansial, yaitu kesejahteraan,” jelasnya.

Termasuk, lanjutnya, tidak ada tumpang tindih antara satu lembaga dengan lembaga negara lainnya. Adapun definisi sejahtera menurut Samuel Huntington ialah ketersediaan pangan yang cukup oleh sebuah negara, sebuah bangsa.

“Jadi (kebutuhan) pangan itu sangat signifikan, yang kalau kita definisikan ialah dunia nyata kita. Dunia hari ini, siapa pun dia, komunitas apa pun dia, bangsa mana pun dia, yang ingin narasi idelogi kebangsaannya mengglobal, maka dia harus menguasai Teknologi Informasi (IT),” ujarnya.

Namun penguasaan terhadap pangan, ungkapnya, ternyata menjadi bagian dari proses globalisasi yang luar biasa. “Ketika suartu bangsa hanya menguasai IT-nya, tidak menguasai dunia pangannya, itu sebetulnya situasi jomplang yang luar biasa, itulah yang dilakukan oleh China hari ini,” ucapnya.

“Kenapa Amerika Serikat (AS) begitu kerepotan menghadapi China? Karena baik dunia nyata atau pun dunia maya, itu nyaris beberapa langkah Amerika Serikat kalah. Amerika kalah. Kejahatan dunia maya itu sebetulnya tidak kalah pentingnya dengan kekosongan di dunia nyata, yaitu dunia pangan” ungkapnya.

Menurutnya, jika manusia di setiap negara tidak bisa menyediakan kebutuhan pangan yang cukup, maka itu suatu kemunduran, bahkan akan menjadi kehancuran, apalagi ketika pangan digantikan dengan kimia, atau dengan hal-hal yang lain.

“Sebuah teknologi yang tidak berpikir bagaimana agar pangan ini sehat, pangan ini tersedia, maka itu tidak kalah dahsyatnya dengan penggunaan teknologi untuk hal-hal yang negatif,” paparnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Bendahara CSPS SKSG UI / Redaktur NEWSCOM.ID

LEAVE A REPLY