CSPS SKSG UI: “Belajar Dari Kontroversi ‘Kue Klepon’ Sebagai Strategi ‘Branding’ Produk”

0
100
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=gXVuEd4BDs0 / Pemuda Tani – HKTI Jateng

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Kontroversi menjadi salah satu strategi branding (identifikasi merk) dan marketing (pemasaran) dalam bisnis. Namun, masih banyak cara-cara positif untuk melakukan branding dan marketing terhadap produk-produk barang dan jasa.

Ketua Center For Strategic and Policy Studies (CSPS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI), Guntur Subagja Mahardika, S.Sos, M.Si., menyatakan hal itu pada Jumat (24/7), dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, usai menjadi narasumber dalam Farm Talk bertajuk Strategi Membangun Branding Produk Pertanian.

Kegiatan Farm Talk ini dislenggarakan oleh Pemuda Tani – Himpunan Kerukunan Tani Inodnesia (HKTI) melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung melalui Youtube di laman https://www.youtube.com/watch?v=gXVuEd4BDs0 / Pemuda Tani – HKTI Jateng

“Syaratnya, cara-cara positif itu harus mampu mengundang perhatian publik, sekaligus mampu mendorong hasrat, emosi, dan perilaku konsumen agar tertarik membeli produk-produk barang dan jasa,” tutur Guntur Subagja yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) itu.

Guntur Subagja yang juga praktisi Social Entrepreneur ini pun menyoroti fenomena Kue Klepon yang tiba-tiba saja menjadi trending topic atau topik yang dibicarakan oleh banyak orang di berbagai media sosial.

“Generasi milenial yang semula tidak mengenal kue klepon, saat ini justru berupaya mencari berbagai informasi tentang segala hal terkait penganan tradisional berbahan baku gula merah cair yang dibalut dengan tepung itu. Akhirnya, kue klepon pun diburu dan dibeli banyak orang,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, kue klepon menjadi kue pilihan masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan kue-kue tradisional yang selama ini tergeser arus deras kue-kue impor dari luar negeri.

“Tantangan saat ini ialah bagaimana para pihak terkait (stakeholders) bersinergi untuk melakukan branding dan marketing terhadap produk-produk pertanian, khususnya oleh Pemuda Tani HKTI,” ungkap Guntur Subagja yang juga Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) ini.

Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang EKonomi dan Keuangan ini pun menyambut baik dan mengapresiasi positif kegiatan Semnar Farm Talk Daring yang diselenggarakan oleh Pemuda Tani HKTI Jateng ini.

“Sukses selalu untuk Pemuda Tani HKTI yang kini dipimpin oleh Rina Saadah Adisurya, Lc., M.Si. Sukses juga untuk HKTI yang dipimpin oleh Jenderal TNI Dr. H. Moeldoko, S.I.P.,” ungkap Guntur Subagja.

Dalam Seminar Daring atau Farm Talk ini, turut hadir Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Dra. Ema Rachmawati, M.Hum., selaku narasumber. Adapun moderator dalam Farm Talk ini ialah Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah Bidang Organisasi dan Keanggotaan, ninin Karlina.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, acara ini berlangsung sejak Pukul 19:30 – 21:45 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan telah disaksikan oleh sedikitnya 59 netizen serta disukai oleh tujuh warganet hingga berita ini ditayangkan.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY