Wapres Ma’ruf: “ISEF VII Harus Mengintegrasikan Pemikiran Ekonomi dan Keuangan Syariah”

0
100
Sumber: http://www.wapresri.go.id/

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) VII Tahun 2020 hendaknya dapat menintegrasikan dan merealisasikan pemikiran ekonomi dan keuangan syariah dalam bentuk inisiatif nyata yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional dan berdampak positif di tingkat global.

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, menyatakan hal itu pada Jumat (7/8). Tepatnya saat Wapres menjadi narasumber utama (keynote speaker) dan membuka secara resmi acara Kick-Off ISEF VII melalui Video Conference secara daring.

Seperti dilansir dari laman http://www.wapresri.go.id/, Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin mengikuti Konfrensi Video itu dari Kediaman resminya di Jalan Diponegoro Nomor 2, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

“Saya berharap agar forum ISEF VII ini dapat mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah dan nilai-nilai lokal Indonesia. ISEF VII hendaknya dapat mengintegrasikan serta merealisasikan pemikiran ekonomi dan keuangan syariah dalam bentuk inisiatif nyata,” tuturnya.

Menurutnya, penyelenggaraan ISEF VII hendaknya dapat menjadi momentum akselerasi bagi semua pihak untuk memperluas kerja sama internasional.

“Sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat halal value chain (rantai nilai) dunia melalui penguatan outlet pasar global untuk produk-produk halal dunia,” papar Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Non-Aktif itu.

Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini pun menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas penyelenggaraan ISEF VII. “ISEF VII Tahun 2020 ini telah berhasil beradaptasi sesuai kondisi saat ini, tentunya dengan memanfaatkan teknologi digital,” jelasnya.

“Saya bergembira melihat penyelenggaraan ISEF tahun ini, karena diselenggarakan dengan bentuk yang berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana untuk pertama kalinya menggunakan teknologi komunikasi digital,” ungkapnya.

Seluruh seminar dan diskusi pun, lanjutnya, dilakukan secara virtual, sementara festivalnya sendiri dilakukan dengan konsep virtual. Tepatnya dengan menggunakan website-based platform. “Bagi saya ini merupakan bentuk adaptasi yang nyata,” ucap Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin.

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY