Presiden Joko Widodo Menyerukan Reformasi, Revitalisasi, dan Efisiensi PBB

0
52
Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden RI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, telah menyampaikan tiga pokok pikiran dalam pidatonya pada Rabu (23/9), dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum Ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara virtual, melalui Video Konferensi.

Dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Rabu (23/9), Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden RI menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato tersebut melalui Video Konferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Pidato Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, ini juga disiarkan dalam laman resmi YouTube Sekretariat Presiden RI pada Rabu (23/9), yakni di laman Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden RI/ https://www.youtube.com/watch?v=zj4Ad7Y5hZo. Video ini berdurasi 10 menit 29 detik.

Pertama, Presiden Joko Widodo mengajak PBB untuk senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi. “PBB harus dapat membuktikan bahwa multilateralisme itu menghasilkan sesuatu, termasuk pada saat terjadinya krisis,” tuturnya.

“PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global. Dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat PBB agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif, sejalan dengan tantangan zaman,” ujar Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam pidatonya.

Menurutnya, PBB bukanlah sekedar sebuah gedung di kota New York, Amerika Serikat, tetapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus.

“Indonesia memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB dan multilateralisme. Multilatelarisme adalah satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan,” tegas Presiden Ir. H. Joko Widodo.

Kedua, Presiden Ir. H. Joko Widodo mendorong PBB untuk memperkuat kepemimpinan global kolektif. Semua negara memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi, menjadi bagian dari solusi bagi terwujudnya perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan dunia.

“Setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasional dalam hubungan antar negara dan internasional. Dalam hal ini, dituntut peran PBB untuk memperkokoh collective global leadership,” paparnya.

Dunia, ucapnya, membutuhkan spirit kolabirasi dan kepemimpinan global yang lebih kuat untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.

Ketiga, Presiden Ir. H. Joko Widodo pun mendorong agar negara-negara anggota PBB terus memperkuat kerja sama dalam penanganan pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), baik dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonominya.

“Vaksin COVID-19 akan menjadi game changer (pengubah permainan) dalam perang melawan pandemi COVID-19. Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses yang setara terhadap vaksin COVID-19 yang aman dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY