Presiden: “Indonesia Bertekad membangkitkan ‘Raksasa Tidur’ Industri Keuangan Syariah”

0
77
Sumber: BPMI Sekretariat Presiden RI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, bertekad untuk membangkitkan industri keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia dengan tiga basis utama, yakni sektor riil, padat karya dan industri halal.

Dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden RI mengonfirmasi hal itu pada Rabu (28/10).

Tepatnya saat Kepala Negara RI memberikan kata sambutan dan membuka acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEV) VII Tahun 2020 secara virtual, melalui Konferensi Video dari Istana Negara, Jakarta.

“Industri keuangan syariah adalah raksasa yang sedang tidur. Saat ini, pemerintah memiliki perhatian besar untuk membangkitkan raksasa ini,” tegasnya

Selain itu, ungkapnya, pengembangan ekonomi syariah berbasis pada sektor riil, padat karya dan industri halal. Hal ini sangat potensial untuk memperluas penyerpan tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru.

Menurutnya, sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat bawah, yakni dengan mengembangkan Bank Wakaf Miro (BWM) di berbagai tempat di wilayah Indonesia.

“Pengembangan BWM ini juga bekerja sama dengan pondok-pondok pesantren maupun organisasi keagamaan Islam setempat,” imbuh Presiden Joko Widodo.

Harapannya, ujar Presiden Joko Widodo, industri keuangan syariah dapat menjadi instrumen keuangan alternatif untuk memajukan ekonomi rakyat. Terlebih negara kita memiliki banyak sekali produk halal unggulan yang telah mendunia.

“Negara kita punya banyak produk halal unggulan seperti produk makanan, kosmetika, dan juga fesyen. Untuk fesyen, kita bahkan punya cita-cita menjadi pusat fesyen Muslim dunia,” tuturnya.

Namun Presiden Joko Widodo mengakui bahwa berbagai potensi besar dalam industri halal di Indonesia tampak belum tergarap dengan baik. Karena itu, upaya pengembangan industri halal secara integratif dan komprehensif harus terus dilakukan.

“Antara lain dengan membenahi ekosistem industri syariah, menyederhanakan regulasi agar lebih efektif dan efisien, serta mempersiapan sumber daya manusia pendukungnya,” kata Presiden Joko Widodo.

Sebagai negara dengan populasi penduduk Islam terbesar di dunia, Presiden Joko Widodo berharap agar Indonesia dapat mewujudkan diri sebagai center of excellence (pusat kegiatan) hub perekonomian syariah di tingkat global.

“Saya berharap agar penyelenggaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) VII ini dapat menjadi momentum untuk mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah lebih jauh,” paparnya.

Antara lain, terangnya, dengan membuat peta jalan yang jelas dan detail serta menentukan langkah-langkah konkret yang harus segera dilakukan.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY