Pusat Pembibitan Domba Garut, Guntur Subagja dan Korporasi Peternak

0
400
Sumber: INTANI / https://www.facebook.com/gunturri

NEWSCOM.ID, GARUT – Pusat Pembibitan Domba Garut milik PT. Agro Investama Malangbong menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., pada Kamis (4/2).

Seperti dikutip dari laman https://www.facebook.com/gunturri, Pusat Pembibitan Domba Garut ini dikembangkan secara terintegrasi dengan pola inti plasma oleh PT. Agro Investama Malangbong. Tempat ini berlokasi di Kampung Ciwalur, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Pusat Pembibitan Domba Garut ini telah berhasil menjadi pusat pembiakan domba lokal. Bahkan mampu melahirkan inovasi baru berupa pengembangbiakan Domba Indo hasil perkawinan campuran antara domba Garut dengan Domba Dorper asal Australia,” tutur Guntur Subagja pada Kamis (4/2).

Domba Indo ini, lanjutnya, merupakan kualitas unggul karena bertubuh kuat, gemuk, dan berdaging banyak. PT. Agro Investama Malangbong berhasil mengembangkan pola inti plasma dalam mengembangbiakkan jenis Domba Lokal dan Domba Indo.

“Harapan saya, Pusat Pembibitan Domba Garut ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi menjadi model korporasi peternak atau corporate farming yang terintegrasi dengan pola peternakan inti plasma,” ujarnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) itu pun menjelaskan tantangan yang dihadapi dunia usaha di sektor peternakan untuk memenuhi permintaan terhadap pasar domba dan kambing nasional yang mencapai 4-5 juta per ekor.

“Kebutuhan pasar untuk domba dan kambing di Indonesia mencapai rata-rata 4-5 juta ekor per tahun. Potensi bisnis yang besar ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi PT. Agro Investama Malangbong. Khususnya dalam mengembangkan pola inti plasma yang terintegrasi dengan korporasi petani di Pusat Pembibitan Domba Garut,” jelasnya.

Menurut Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) ini, potensi bisnis domba dan kambing yang besar juga menjadi fondasi ketahanan pangan nasional. “Tentu bila komoditas domba dan kambing lokal ini dapat dikembangkan secara strategis,” imbuh Guntur Subagja.

Wakil Sekretaris Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu pun menggarisbawahi penitngnya intervensi pemerintah dalam proses pengembangbiakkan atau breeding terhadap ternak domba dan kambing.

“Tujannya agar produksi domba dan kambing dapat berkelanjutan secara nasional, sebagai fondasi penting ketahanan pangan Indoensia,” ucapnya.

Secara khusus, Guntur Subagja Mahardika telah bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Ir. H. Yudi Guntara Noor, mengenai isu-isu strategis dalam masalah ketahanan pangan nasional. Khususnya mengenai tantangan dan peluang terkait usaha peternakan domba dan kambing.

H. Yudi Guntara juga menjadi pemilik (owner) dari PT. Agroinvestama Malangbong sehingga sangat berpengalaman (expert) dalam bidang peternakan domba dan kambing.

Dalam agenda kunjungan ini, turut hadir Ketua III DPP INTANI Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Program, Ir. H. Sigit Iko Sugondo, yang juga Ketua Yesindo Erabaru Sinergi (YES) Indonesia Foundation.

Hadir pula Direktur International, Custom and Partnership PT. Soka Cipta Niaga, Helma Agustiawan, S.M.B. yang juga Wakil Koordinator Sub Divisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Divisi UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) – Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah (TPED) Provinsi Jabar.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY