Gelar Konferensi, MUI Mencermati Konflik Rusia, Ukraina dan Sudan

0
380
Sumber: Liputan 6

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Berbagai konflik di belahan dunia telah menimbulkan keprihatinan mendalam bagi umat manusia, tidak terkecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan tenda besar umat Islam di Indonesia. Khusususnya konflik antara Rusia versus Ukraina serta perang saudara di Sudan.

Seperti dikutip dari laman https://kalam.sindonews.com/, Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.B.A., menyatakan bahwa MUI berencana mempertemukan para ulama dari Rusia dan Ukraina dalam Konferensi Internasional Agama, Perdamaian dan Peradabanyang akan diselenggarakan MUI.

“Ulama dari Rusia datang ke sini, kemudian ulama Ukraina juga datang ke sini, meminta pandangan-pandangan bagaimana caranya bisa menyelesaikan konflik ini. Berawal dari hal tersebut, maka MUI berencana mempertemukan ulama Rusia dan Ukraina di Jakarta dalam Konferensi Internasional Agama, Perdamaian dan Peradaban,” tuturnya.

KH. Dr. Marsudi Syuhud menyatakan hal itu pada Rabu (9/5) di Kantor MUI Pusat, Menteng, dalam Konferensi Pers bersama para awak media. Konferensi internasional ini akan diselenggarakan oleh MUI, bekerja sama dengan Rabithah al-A’lam al-Islami (Muslim World League), di Hotel Sultan, Jakarta, pada Ahad (21/5) hingga Selasa (23/5).

“Berawal dari situ kita tambah lagi seperti Sudan, yah. Kita tetap komitmen menyampaikan nilai-nilai ulama ini untuk hidup bersama agar kita bisa membangun peradaban. Peradaban ini bisa kita bangun kalau kondisinya sudah nyaman,” ujarnya pada Rabu (9/5).

Menurutnya, agama kerap kali menjadi kambing hitam konflik di Timur Tengah. Akhirnya, banyak dari mereka yang menjalin komunikasi dengan MUI. “Jangan sampai agama jadi micin atau bumbunya penyebab konflik, menjadi pemicu konflik,” tegas Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2017-2022 itu.

“Dari sini, pemikiran ini yang nanti akan kita publikasikan, kita sampaikan kepada publik tentang pandangan agamanya masing-masing dari peserta, tentang Keterlibatan MUI dengan (pihak-pihak) yang lagi konflik,” paparnya.

MUI, lanjutnya, juga mengundang para narasumber dan utusan dari 25 negara, termasuk puluhan organisasi Islam, dalam Konferensi Internasional yang akan membahas isu politik, agama dan peradaban di berbagai belahan dunia ini.

“Undangan tersebut adalah bagian dari pencermatan MUI terhadap isu-isu global yang berdampak pada masalah ekonomi, sosial hingga merebaknya eskalasi konflik,” ucapnya.

Konferensi Internasional ini akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, pada Senin (22/5).

Rencananya, Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Pusat itu juga akan menjadi narasumber utama (keynote speaker) dalam acara ini, bersama-sama dengan keynote speaker lainnya, yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Al-A’lam Al-Islami, Syeikh Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa.

Lebih lanjut, seperti dikutip dari laman https://mui.or.id/, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. KH. Abdul Manan Abdul Ghani, M.A., menyatakan bahwa hingga Kamis (11/5), persiapan acara konferensi internasional telah mencapai 80 persen.

“Kesiapan Konferensi Internasional tentang persatuan agama-agama oleh MUI sudah (mencapai) 80 persen, persiapan sedang dalam proses oleh para panitia, dari mulai teknis, undangan, dan lain-lain,” ucapnya.

Menurut Ketua PBNU Masa Khidmat 2017-2022 itu, konferensi internasional ini akan fokus membahas seputar perdamaian antar agama dan perdamaian antar sesama umat manusia.

MUI, lanjutnya, juga mengundang perwaklan narasumber dan peserta dari 25 negara dalam konferensi internasional ini. “Tentunya perwakilan tersebut terdiri dari para tokoh agama, negara, dan cendikiawan, imbuh KH. Dr. Abdul Manan Abdul Ghani, M.A.

Adapun total narasumber dan peserta yang diundang dalam konferensi internasionsal ini ada 44 orang asing dan 344 orang Indonesia.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY