Konferensi Internasional Agama, Perdamaian, Peradaban Menghasilkan “Deklarasi Jakarta 2023”

0
808
Sumber: Akun Youtube Official MUI, https://youtu.be/IWTtLpkbIH8

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Konferensi Internasional Tentang Agama, Perdamaian dan Peradaban telah menghasilkan Deklarasi Jakarta 2023 pada Selasa (23/5). Konferensi ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Rabithah al-A’lam al-Islami atau Liga Dunia Islam sejak Ahad (21/5) hingga Selasa (23/5).

Konferensi Internasional itu berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, dan telah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, pada Senin (22/5).

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID pada akun Youtube Official TV MUI di laman https://youtu.be/IWTtLpkbIH8, terdapat tiga poin utama dalam Deklarasi Jakarta yang dibacakan dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab dan Inggris, pada Selasa (22/5) pagi.

Dalam bahasa Indonesia, Deklarasi Jakarta dibacakan oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A. Sedangkan dalam bahasa Arab, Deklarasi Jakarta dibacakan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FID-IK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Murodi, M.Ag.

Adapun dalam bahasa Inggris, Deklarasi Jakarta dibacakan oleh Anggota Komisi HLN-KI MUI, Yanuardi Syukur, S.Sos., M.Si. Pembacaan Deklarasi Jakarta diawali dengan mukadimah dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.

“Menyadari semakin berkembangnya krisis multidimensional dan semakin menguatnya harapan masyarakat dunia untuk keluar dari krisis tersebut, maka sangat dibutuhkan pemikiran mendalam dan langkah konkret untuk memperkuat peran transformatif agama dalam menciptakan perdamaian dan membangun peradaban dunia yang luhur.”

“Setelah mendiskusikan secara mendalam seluruh pemikiran yang dikemukakan selama Konferensi Internasional tentang Agama, Perdamaian dan Peradaban yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia bekerja sama dengan Rabithah A’lam Islami. Maka para pemimpin, tokoh, dan ahli berbagai agama dari berbagai negara yang hadir dalam konferensi internasional ini bersepakat menyampaikan Deklarasi Jakarta 2023 sebagai berikut”.

Pertama: “Agama adalah sumber ajaran transformasional, sebagai pedoman bagi penganutnya untuk hidup damai, harmoni, dan menjadi inspirasi dalam membangun peradaban karena mengajarkan nilai-nilai universal seperti hak dan kewajiban asasi manusia, toleransi, kesetaraan, dan persaudaraan kemanusiaan.”

Kedua: “Perbedaan adalah keniscayaan. Pemerintah dan kekuatan Civil Society harus berupaya menjaga, menghormati dan melindunginya, serta mendorong menjadi kekuatan bersama dalam membangun kemajuan peradaban. Untuk itu, kerukunan antar umat beragama harus terus dilakukan.”

Ketiga: “Diperlukan langkah konkret secara bersama memperkokoh aliansi global dalam ikut serta menyelesaikan berbagai konflik melalui dialog agar dapat menciptakan keamanan, perdamaian, dan dapat bersama-sama membangun peradaban.

“Sehubungan dengan itu, para peserta Konferensi Internasional tentang Agama, Perdamaian, dan Peradaban yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21-23 Mei 2023, berketetapan untuk saling memperkuat semangat kerja sama guna mewujudkan butir-butir deklarasi di atas”.

Jakarta, 23 Mei 2023 / 2 Dzulqaidah 1444 Hijriah.

Dalam prosesi penutupan konferensi ini, turut hadir dan memberikan kata sambutan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.M., dan Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Sulawesi Selatan (Sulsel), Anre Gurutta (AG) Prof. Dr. KH. Nadjamuddin Abduh Shafa, Lc., M.A., yang mewakili peserta.

Narasumber lain yang turut hadir dan memberikan kata sambutan dalam prosesi penutupan ini ialah Ketua Umum Darul Fatwa Australia, Syeikh Prof. Dr. Salim A’lwan al-Husaini, dan Pimpinan Gereja Kristen Maronite di Lebanon, Pendeta Dr. Abou Hanna Iskandar Antoine.

Acara ini ditutup secara resmi dengan kata sambutan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag., serta Wakil Rabithah Al-A’lam Al-Islami untuk Asia Tenggara dan Australia,Yang Mulia (YM) Syaikh Dr. Abdurrahman Mohammad Amin al-Khayyat, yang juga mantan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk RI.

Adapun pembacaan doa dalam sesi penutupan ini dipimpin oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. KH. Abdul Manan Abdul Ghani, M.A. Lalu pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an dilantunkan oleh Muhammad Zahran Nasywa. Ia membacakan dua ayat, yakni Surat Al-Baqarah Ayat 139 dan Surat Al-Hujurat Ayat 13.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY