Wapres Ma’ruf: “Nafsu Serakah Manusia Penyebab Kekacauan dan Kerusakan di Bumi”

0
455
Sumber: Majelis Ulama Indonesia (MUI)

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, membantah pendapat bahwa penyebab terjadinya kekacauan dan kerusakan di muka bumi ialah ilmu pengetahuan.

“Tidak benar anggapan bahwa ilmu pengetahuan menjadi penyebab terjadinya kerusakan dan kekacauan di muka bumi. Sumber kerusakan dan kekacauan di muka bumi ialah nafsu serakah manusia yang menyalahgunakan ilmu pengetahuan,” tutur Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu pada Senin (22/5) pagi.

Tepatnya saat Wapres KH. Ma’ruf Amin menyampaikan kata sambutan dan membuka secara resmi Konferensi Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tentang Agama, Perdamaian dan Peradaban di Hotel Sultan, Jakarta, seperti dikutip dari laman https://mui.or.id/.

Menurut Ketua Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) itu, peran ilmu pengetahuan sangat penting dalam upaya membangun peradaban. “Dengan pemahaman yang baik terhadap ilmu pengetahuan, kita akan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan arus globalisasi,” imbuhnya.

“Peran ilmu pengetahuan (sains) sangat penting dalam upaya membangun peradaban, dan bahkan ia berfungsi sebagai kunci peradaban. Penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai kunci peradaban tersebut, yaitu SDM yang unggul, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini juga yakin dengan kemampuan bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dan berkontribusi besar bagi perdamaian dan kemajuan peraaban dunia.

“Dengan demikian, bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa (yang) maju, dan tidak hanya berfokus pada kepentingan nasional, tetapi semakin berkontribusi besar bagi perdamaian dan kemajuan peradaban dunia,” ucap Wapres KH. Ma’ruf Amin yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Wapres KH. Ma’ruf Amin pun menuturkan langkah diplomasi perdamaian yang telah menjadi nafas dan jiwa bangsa Indonesia, sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri bangsa dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945

“Langkah diplomasi perdamaian telah menjadi nafas dan jiwa bangsa yang diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945, yakni untuk ikut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Sebagai salah satu negara yang memiliki umat Islam terbesar di dunia, ucapnnya, Indonesia terus berikhtiar mendorong diplomasi Islam Wasathiyyah, yakni Islam yang bersifat rahmatan lil ‘alamin bagi dunia internasional.

“Indonesia turut mendorong penyelesaian konflik di beberapa negara, termasuk aktif dalam mengirimkan misi penjaga perdamaian dan misi kemanusiaan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Pemilik nama asli Ma’ruf al-Kharki Amin ini pun berharap agar para ulama dan tokoh dunia dapat semakin mengambil bagian dalam perumusan tatanan global demi terwujudnya dunia yang lebih adil dan lebih damai.

Konferensi internasional ini diselenggarakan atas kerja sama MUI dengan Rabithah al-A’lam al-Islami (Liga Dunia Islam) sejak Ahad (21/5) hingga Selasa (23/5).

Dalam prosesi pembukaan ini, seperti dikutip dari akun Youtube Official TV MUI di laman https://youtu.be/M1cls0MN-iI, Ketua Komite Penyelenggara Konferensi Internasional MUI, Duta Besar (Dubes) Dra. Hj. Safira Rosa Machrusah, M.A.A.S., menyatakan bahwa acara ini diikuti oleh 45 pembicara dari dalam dan luar negeri dari berbagai agama di dunia.

“Pada pagi hari ini, alhamdulillah, telah hadir 265 peserta dari 20 negara dan 5 benua, Australia, Asia, Amerika, Afrika dan Eropa, dan antara lain beberapa negara yang saya sampaikan, ada dari Kazakhstan, Rusia, Ukraina, Jerman, Perancis, USA (Amerika Serikat), Saudi Arabia, Irak, Oman, India, Nairobi, Thailand, Malaysia dan Palestina,” paparnya.

Selain itu, turut hadir dan menyampaikan kata sambutan Direktur Liga Dunia Islam untuk Indonesia, Yang Mulia (YM) Syaikh Dr. Abdurrahman Mohammad Amin al-Khayyat, yang juga Wakil Rabithah Al-A’lam Al-Islami untuk Asia Tenggara dan Australia, pada Senin (22/5) pagi.

Kemudian, turut hadir dan memberikan sambutan secara daring, melalui video konferensi, Sekretaris Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Dunia Islam (Rabithah al-A’lam al-Islami), YM. Syeikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa, saat prosesi pembukaan konferensi.

Adapun pembacaan do’a dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Abdullah Jaidi. Sedangkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an akan dipimpin oleh Dr. Syofyan Hadi, S.S., S.Ag., M.A.Hum. Beliau membacakan Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 103.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY