Video: “Milad Ke-48 MUI: Hasan Bashri, Merekatkan Hubungan Ulama – Umara”

0
317

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Video pada akun Youtube Official TV MUI (Majelis Ulama Indonesia) di laman https://youtu.be/L56kgis8p3I merupakan cuplikan dari profil kepemimpinan Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat yang ketiga, KH. Hasan Bashri, dengan durasi dua menit 31 detik.

13 tahun memimpin MUI sejak 1985 hingga 1998, KH. Hasan Bashri dikenal publik sebagai sosok Ketua Umum yang mampu merekatkan hubungan antara ulama dengan umara (pemerintah). Di masa kepemimpinan beliau, MUI telah membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPPOM) MUI.

Sosok ulama yang sangat menghargai perbedaan pendapat dan mengutamakan musyawarah ini lahir di Muara Teweh, Kalimantan Selatan, pada 20 Agustus 1920. Bahkan KH. Hasan Bashri telah mengabdi di MUI selama 23 tahun, sejak 1975 hingga wafat pada 8 November 1998.

Kepemimpinan KH. Hasan Bashri juga memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dari dua pemimpin MUI sebelumnya, yakni Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dan KH. Muhammad Syukri Ghozali.

Selama KH. Hasan Bashri memimpin, lahirlah Bank Muamalat Indonesia pada 1 November 1991. Bank pertama di Indonesia yang menjalankan prinsip-prinsip syariah ini lahir di tengah proses panjang pembahasan hukum bunga bank oleh para ulama. Menyikapi perbedaan pendapat ini, KH. Hasan Bashri selalu mengutamakan musyawarah.

Sejumlah capaian juga berhasil dilaksanakan MUI selama masa kepemimpinan KH. Hasan Bashri, antara lain pengesahan Pedoman Dasar Organisasi (PDO) MUI, pengesahan Tata Cara Penetapan Fatwa MUI, pembentukan Forum Silaturahmi Ukhuwah Islamiah, serta pelaksanaan Pendidikan Kader Ulama (PKU).

Meskipun begitu, kepemimpinan KH. Hasan Bashri tidak terlepas dari kritik publik. Khususnya sikap beliau dan MUI saat merespon permasalahan Porkas atau Pekan Olah Raga dan Ketangkasan serta SDSB atau Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah.

Baik Porkas maupun SDSB merupakan jenis undian berhadiah dan praktik perjudian yang sempat dilegalkan oleh pemerintah RI saat itu. Bahkan MUI secara resmi telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Soeharto untuk mengevaluasi kembali baik atau buruknya Porkas dan SDSB.

KH. Hasan Bashri terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat dalam Musyawarah Nasional (Munas) III MUI pada 1985. Beliau mampu membuat hubungan antara ulama dan umara berjalan harmonis. KH. Hasan Bashri juga dikenal sebagai aktivis partai Masyumi di masa kepemimpinan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno.

Sumber: Akun Youtube Official TV MUI / https://youtu.be/L56kgis8p3I / Panitia Pelaksana Milad 48 Tahun MUI / Nashih Nashrullah

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI

Peneliti Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

LEAVE A REPLY