Milad 48 Tahun MUI, Menko PMK Pimpin Sholawat ‘Asyghil’

0
326
Sumber: Muhammad Ibrahim Hamdani / MUI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., telah memimpin pembacaan sholawat asyghil sebanyak tiga kali pada Rabu (26/7) pagi di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Tepatnya saat Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., menjadi narasumber utama (keynote speaker) dalam Kongres Budaya Umat Islam Indonesia. Kongres ini mengangkat tema: “Mengukuhkan Peran Kebudayaan Islam Indonesia dalam Merekatkan Kebhinekaan Bangsa”.

Allahumma shalli a’la Sayyidina Muhammad, Wa Asyghili Zholimin bi Zholimin, Wa akhrijna mim baini him Salimin, wa a’la Alihi wa shohbihi ajma’in,” ujar Prof. Dr. Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Ucapan sholawat asyghil ini pun serta merta mendapat respon dari para peserta kongres. Mereka mengikuti lantunan sholawat asyghil dengan penuh khidmat.

Kemudian Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., kembali mengulangi sholawat asyghil yang segera diikuti oleh para hadirin dengan penuh khidmat. Begitu seterusnya hingga sholawat asyghil itu tiga kali dilantunkan oleh Menko PMK RI.

“Saya tidak bisa berpantun, karena ini pertemuan MUI, saya mau mengajak shalawatan saja, shalawat asyghil. Saya kira, sholawat asyghil sangat pas dengan kondisi kita sekarang ini, maknanya dalam betul. Semua bisa kan shalawat asyghil? jangan dikira kalau (orang) Muhammadiyah tidak bisa shalawat,” tutur Menko PMK RI pada Rabu (26/7) siang.

Seperti dikutip dari laman https://mui.or.id/berita/55278/pimpin-shalawat-asyghil-di-kongres-budaya-mui-2023-menko-pmk-jangan-dikira-orang-muhammadiyah-tak-bisa-shalawat/, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., menjelaskan tentang konsep dialektika budaya yang dikembangkan oleh Peter ludwig Berger.

“Dialektika budaya Peter Ludwig Berger itu menyatakan bahwa semua yang ada di jagat raya itu sebenarnya ciptaan yang maha pencipta, sedangkan yang mendapatkan tetesan cahaya penciptaan itu hanya manusia, selain itu tidak bisa menjadi seorang creator,” jelas Menko PMK RI pada Rabu (26/7).

Menurutnya, budaya Islam muncul karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) memberikan kemampuan daya cipta kepada manusia dan tidak kepada makhluk lainnya.

“Misalnya, lebah bisa saja memiliki kemampuan menciptakan sarang, tapi tidak memiliki daya inti dari daya cipta, yaitu kreativitas. Sejak dulu, rumah lebah tidak pernah berubah,” ucap Menko PMK RI pada Rabu (26/7).

“Manusia saja yang memiliki kemampuan berdaya cipta, daya cipta itu inti dari budaya. Tidak mungkin ada budaya kalau tidak memiliki daya cipta dan yang memiliki daya cipta itu hanya manusia,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID di lokasi acaram Kongres Budaya Umat Islam Indonesia diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSPBI) MUI. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Tasyakur Milad Ke 48 MUI yang telah diselenggarakan sejak 20 Juni hingga 26 Juli 2023.

Dalam acara ini, turut hadir memberikan orasi kebudayaan Raden Haji Rhoma Irama, musisi legendaris Indonesia yang dijuluki Sang Raja Dangdut, pada Rabu (26/7) siang. Bahkan beliau mendapatkan predikat sebagai Pembina Kehormatan LSBPI MUI serta mendapatkan cinderamata dari MUI.

Predikat Pembina Kehormatan LSBPI MUI itu diberikan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH. Dr. Jeje Zainuddin, M.Ag., yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis).

Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Ketua LSPBI MUI, Ustaz H. Erick Yusuf, S.Sy., M.Pd. Beliau juga menyampaikan kata sambutan dalam acara ini.

Sumber: https://mui.or.id/berita/55278/pimpin-shalawat-asyghil-di-kongres-budaya-mui-2023-menko-pmk-jangan-dikira-orang-muhammadiyah-tak-bisa-shalawat/

Penulis / Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Peneliti Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

Direktur Jaringan Strategis dan Kerja Sama Institut Inisiatif Moderasi Indonesia (Inmind Institute)

LEAVE A REPLY