Kunjungan Ketua Umum dan Pengukuhan DPD INTANI Kaltara

0
333
Sumber: INTANI Kaltara / Guntur Subagja Mahardika

NEWSCOM.ID, TARAKAN – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), Guntur Subagja Mahardika, telah melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Sabtu (19/8).

Guntur Subagja yang juga Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mie dan Bakso (APMISO) Nusantara itu pun meninjau Pameran Festival Karya Kreatif Banuanta (FKKB) di Lapangan Udara (Lanud) Atang Busra pada Sabtu (19/8), bersama-sama dengan Ketua DPD INTANI Provinsi Kaltara, Khairuddin.

Lebih lanjut, Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) ini juga berdiskusi dengan Kelompok Tani dari Desa Antutan dan Desa Teras Baru. Kedua desa yang menjadi sentra budi daya kakao (cokelat) ini berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas, Kabuaten Bulungan, Provinsi Kaltara.

Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Insan Pariwisata Indonesia (IPI) ini juga berdialog dengan kelompok nelayan yang dibina oleh Ketua DPD INTANI Provinsi Kaltara, Khairuddin. “Mereka adalah nelayan perikanan tangkap dan nelayan budi daya di Tarakan, termasuk budi daya rumput laut,” paparnya.

“DPD INTANI Provinsi Kaltara siap berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Pemerintah Daerah, industri, komunitas, dan perguruan tinggi untuk mengembangkan potensi pertanian dan perikanan Kaltara,” ujar Guntur Subagja Mahardika pada Ahad (20/8).

Selain itu, pada Ahad (20/8), Sekretaris Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini telah berkunjung ke Pasar Beringin di Kecamatan Tarakan Tengah, Jembatan Bongkok di Kecamatan Tarakan Barat, dan Industri Perikanan di Jalan Gajah Mada, Kacamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kaltara.

Ketua Umum DPP INTANI ini juga berkunjung ke kampung nelayan di Kelurahan Selimut Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Provinsi Kaltara.

Cokelat Lokal Antutan, Inilah produk kreatif masyarakat Desa Antutan di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara. Masyarakat desa memperoleh lahan program perhutanan sosial untuk menanam Pohon Kakao sejak beberapa tahun lalu,” ungkap Guntur Subagja pada Ahad (20/8).

Hasilnya, lanjut Asisten Staf Khusus (Astafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan itu, budi daya kakao tumbuh subur dan mulai berbuah.

“Lalu Kelompok Wanita Tani (KWT) mengolah kakao tersebut menjadi produk cokelat berkualitas yang lezat, karya tangan-tangan kreatif wanita Desa Antutan. Rasanya jangan ditanya, maknyus!” ucap Guntur Subagja.

Pernyataan Guntur Subagja itu pun segera mendapat respon dari salah seorang pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT). “Branding-nya Cokelat Lokal Antutan,” ucapnya pada Ahad (20/8) di Tarakan. Saat itu, ia didampingi oleh Kepala Desa Antutan, Aminuddin.

“Selamat dan semoga Cokelat Lokal Antutan menjadi produk khas Desa Antutan yang diminati masyarakat Kaltara dan Nusantara. Keren!” papar Guntur Subagja Mahardika pada Ahad (20/8). Tepatnya setelah menjadi narasumber dalam Seminar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Seminar GNPIP yang berlangsung secara hibrida atau daring dan luring ini mengangkat tema: “Hilirisasi Pangan: Sinergi Menjaga Inflasi dan Mewujudkan Ketahanan Pangan” serta disiarkan secara langsung (live streaming) oleh akun Youtube “Bank Indonesia Kalimantan Utara”.

Akun Youtube ini berjudul “Festival Karya Kreatif Benuanta (FFKB) 2023” dan beralamat di laman https://youtu.be/XQmUb_QHpbk. Video ini berdurasi total 6 jam 23 menit 20 detik, namun seminar ini tayang sejak 04:17:33 hingga 06:23:20. Adapun tema FFKB 2023 ialah: Menyatu Dalam Harmoni Benuanta.

Acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani
Peneliti CSPS SKSG UI

LEAVE A REPLY